Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah di posisi Rp 11.815 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.805 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG melemah 8,830 poin (0,18%) ke level 4.963,166 terkena aksi ambil untung. Pelaku pasar masih menanti pengumuman BI Rate yang akan diumumkan Bank Indonesia (BI).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG terkoreksi 37,325 poin (0,75%) menjadi 4.934,621. Koreksi IHSG semakin dalam seiring aksi jual investor asing.
BI menetapkan untuk menahan suku bunga acuan atau BI Rate di angka 7,5%. Besaran tersebut dinilai masih sejalan dengan proyeksi inflasi ke depan.
Mengakhiri perdagangan, Kamis (12/6/2014), IHSG ditutup terkoreksi 37,539 poin (0,76%) ke level 4.934,407. Sementara Indeks LQ45 ditutup terpangkas 7,554 poin (0,90%) ke level 834,527.
Indeks sempat meluncur ke titik terendahnya hari ini di level 4.920. Aksi jual terjadi di saham-saham unggulan dan lapis dua. Sembilan sektor melemah, hanya satu yang menguat yaitu sektor industri dasar.
Sampai perdagangan kemarin, dana asing yang parkir di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar Rp 42,1 triliun. Hari ini transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 463,2 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 178.736 kali pada volume 5,979 miliar lembar saham senilai Rp 5,487 triliun. Sebanyak 80 saham naik, 192 turun, dan 93 saham stagnan.
Dipangkasnya proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia oleh World Bank memberi sentimen negatif terhadap pergerakan bursa-bursa di Asia. Hanya pasar saham Singapura yang masih bisa menguat.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
Indeks Nikkei 225 melemah 95,95 poin (0,64%) ke level 14.973,53.
Indeks Hang Seng turun 82,27 poin (0,35%) ke level 23.175,02.
Indeks Komposit Shanghai berkurang 3,24 poin (0,16%) ke level 2.051,71.
Indeks Straits Times naik tipis 3,43 poin (0,10%) ke level 3.293,47.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.050 ke Rp 68.000, Indocement (INTP) naik Rp 600 ke Rp 24.425, First Media (KBLV) naik Rp 405 ke Rp 2.300, dan Mandom (TCID) naik Rp 300 ke Rp 16.000.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 875 ke Rp 54.025, Bina Dana (ABDA) turun Rp 500 ke Rp 5.000, Unilever (UNVR) turun Rp 475 ke Rp 30.000, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 250 ke Rp 26.400.
(ang/hds)











































