Cari Dana untuk Ekspansi, Produsen Antimo Berencana IPO

Cari Dana untuk Ekspansi, Produsen Antimo Berencana IPO

- detikFinance
Minggu, 15 Jun 2014 14:48 WIB
Cari Dana untuk Ekspansi, Produsen Antimo Berencana IPO
Semarang - PT Phapros, anak usaha PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) yang bergerak di sektor farmasi, menargetkan peningkatan kapasitas produksi obat tablet hingga 6 miliar tablet. Ini sejalan dengan kehadiran pabrik baru di Semarang yang mulai dibangun akhir 2014.

"Saat ini produksi obat dalam bentuk tablet sebanyak 2 miliar tablet per tahun. Kemudian dalam bentuk ampul 200 juta pieces per tahun. Ada juga sirup 60 juta set per tahun," kata Direktur Keuangan Phapros, Budi Ruseno, dalam keterangan tertulis yang diterima detikFinance di Jakarta, Minggu (15/6/2014).

Phapros, lanjut Budi, berencana membuat pabrik baru di Semarang. "Pabrik baru nanti kapasitasnya lebih besar. Dominan tetap pada tablet, rencananya bisa memproduksi hingga 4 miliar tablet. Jadi kapasitasnya nanti naik hingga 6 miliar tablet per tahun," sebutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di pabrik baru, Phapros menerapkan sistem teknologi tinggi untuk obat generik yang tinggi pula permintaanya, terutama untuk peserta BPJS Kesehatan. Penerapan mesin berteknologi akan menekan biaya produksi.

"Pabrik baru dominan produksi obat generik. Kita tekan biaya produksi dengan menerapkan sistem kerja mesin yang sudah komputerisasi dengan teknologi baru, sehingga lebih efisien karena man power-nya bisa berkurang hingga 300 orang. Dengan efisensi, harga obat kita lebih kompetitif di pasar karena lebih murah," papar Budi.

Khusus untuk Antimo, lanjut Budi, Phapros akan memproduksi hinggga 5 miliar tablet mulai tahun ini. Obat anti mabuk memimpin pasar hingga 98%.

"Dari total penjualan kita, produk Antimo menyumbang 15%. Tahun ini target penjualan kita Rp 620 miliar," kata Budi.

Untuk mendukung ekspansi pabrik baru tersebut, Phapros mematangkan niat mencari pembiayaan melalui pasar modal dengan mekanisme pencatatan saham perdana (IPO). Dengan rencana melepas saham IPO sebesar 10-20% saham dari total modal disetor, Phapros berharap bisa meraup dana segar dari publik hingga Rp 500 miliar.

"Saat ini kita telah menunjuk perusahan sekuritas BUMN sebagai penjamin emisi dalam rangka IPO nanti," kata Budi tanpa menyebut sekuritas BUMN yang dimaksud.

(hds/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads