Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat di posisi Rp 11.930 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.995 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik 8,104 poin (0,17%) ke level 4.895,964 membuntuti penguatan bursa global dan regional. Aksi beli selektif terjadi di saham-saham yang sudah murah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melemah 16,302 poin (0,33%) ke level 4.871,558. Tekanan jual kembali muncul setelah IHSG naik cukup tinggi pagi tadi. Saham-saham yang naik langsung dimanfaatkan untuk ambil untung.
Aksi jual menghantam IHSG setelah menanjak ke titik tertingginya di 4.900,322. Setelah itu Indeks langsung meluncur ke titik terendahnya di 4.859,203.
Menutup perdagangan, Kamis (19/6/2014), IHSG berkurang 23,587 poin (0,48%) ke level 4.864,273. Sementara Indeks LQ45 terpangkas 4,334 poin (0,53%) ke level 820,528.
Seluruh indeks sektoral di lantai bursa pun akhirnya melemah. Pelemahan paling dalam dialami oleh sektor konstruksi.
Asing mulai melepas saham dan menarik dana keluar dari lantai bursa. Transaksi investor asing sampai sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 210 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 189.537 kali pada volume 3,975 miliar lembar saham senilai Rp 4,153 triliun. Sebanyak 84 saham naik, 200 turun, dan 79 saham stagnan.
Mayoritas bursa di regional tidak bisa memanfaatkan momentum penguatan Wall Street sehingga menutup perdagangan di zona merah Tapi ada juga yang bisa menguat, yaitu pasar saham Jepang.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore ini:
- Indeks Nikkei 225 melonjak 245,36 poin (1,62%) ke level 15.361,16.
- Indeks Hang Seng menipis 13,99 poin (0,06%) ke level 23.167,73.
- Indeks Komposit Shanghai anjlok 31,78 poin (1,55%) ke level 2.023,73.
- Indeks Straits Times turun 6,40 poin (0,20%) ke level 3.270,40.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Merck (MERK) naik Rp 19.000 ke Rp 194.000, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 600 ke Rp 68.500, First Media (KBLV) naik Rp 305 ke Rp 2.045, dan Bukit Asam (PTBA) naik Rp 275 ke Rp 10.800.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITGM) turun Rp 875 ke Rp 27.200, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 325 ke Rp 52.675, Lippo Cikarang (LPCK) turun Rp 250 ke Rp 7.500, dan Matahari (LPPF) turun Rp 250 ke Rp 13.975.
(ang/hds)











































