Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2014 ditawarkan dengan jumlah pokok Rp 1,5 triliun. Total obligasi subordinasi yang akan diterbitkan mencapai Rp 3 triliiun.
Sedangkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2014 (Sukuk Mudharabah) yang ditawarkan dengan jumlah pokok sebesar Rp 300 miliar, merupakan bagian dari Penawaran Umum Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Bank BII dengan target dana yang akan dihimpun seluruhnya Rp 1 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Sukuk Mudharabah berjangka waktu 3 tahun sejak tanggal emisi dengan pendapatan bagi hasil yang dihitung berdasarkan perkalian antara nisbah pemegang sukuk mudharabah dengan pendapatan yang dibagihasilkan.
Tingkat pendapatan bagi hasil yang ditawarkan berkisar antara 9-10% per tahun. Pendapatan bagi hasil dibayarkan setiap triwulan, sesuai dengan tanggal pembayaran.
“Penerbitan obligasi subordinasi dan sukuk mudharabah akan memperkuat struktur permodalan dan pendanaan jangka panjang guna mendukung pertumbuhan bisnis BII ke depan,” kata Direktur Keuangan BII, Thila Nadason, seperti dikutip dari siaran pers, Kamis (19/6/2014).
Dana yang diperoleh dari hasil aksi korporasi ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, seluruhnya akan dipergunakan untuk meningkatkan penyaluran kredit dan pembiayaan syariah.
BII telah mencatat pertumbuhan kredit sebesar 26% pada tahun 2013 menjadi Rp 102 triliun dari Rp 80,9 triliun pada 2012 meskipun di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan sepanjang tahun.
Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter) dalam aksi korporasi ini adalah PT HSBC Securities Indonesia, PT Indo Premier Securities, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Maybank Kim Eng Securities.
Periode penawaran awal (bookbuilding) untuk kedua surat utang ini direncanakan pada 19-25 Juni 2014, penawaran umum pada 2-3 Juli 2014, penjatahan pada 4 Juli 2014, distribusi dan penerbitan pada 8 Juli 2014 serta pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 10 Juli 2014.
(ang/hds)











































