Ada Wacana Indosat Dibeli Kembali, Dahlan: No Comment

Ada Wacana Indosat Dibeli Kembali, Dahlan: No Comment

- detikFinance
Senin, 23 Jun 2014 17:33 WIB
Ada Wacana Indosat Dibeli Kembali, Dahlan: No Comment
Jakarta - PT Indosat Tbk (ISAT) saat ini bukan merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lagi. Pasalnya mayoritas saham Indosat telah dijual kepemilikannya kepada investor asing saat era pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Saat ini, sebanyak 65% saham Indosat dikusai oleh Qatar Telcom (Qtel). Melihat kondisi ini, calon presiden nomor urut 2 Joko Widodo memunculkan wacana membeli kembali (buyback) mayoritas saham Indosat yang telah dijual.

Apa respons Menteri BUMN Dahlan Iskan atas wacana tersebut? Dahlan lebih memilih bungkam. Ia beralasan Indosat bukan lagi bagian perusahaan pelat merah karena pemerintah Indonesia hanya memiliki saham minoritas yakni sebesar 14,2%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"No comment karena itu sudah tidak menjadi BUMN lagi. Itu terserah pemerintah," kata Dahlan di Jakarta, Senin (26/5/2014).

Berdasarkan catatan, Singapore Technologies Telemedia (STT) merupakan pemegang saham lama di Indosat. STT memiliki sebanyak 40,98% di Indosat. Kemudian, STT menjual seluruh saham tersebut kepada Qtel, dan Qtel menambah kepemilikannya menjadi 65% melalui mandatory tender offer dengan pembelian 24,2% saham publik.

Seperti diketahui, pada debat capres yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum pada Minggu (22/6), capres nomor urut 2 Joko Widodo menanggapi pertanyaan capres nomor urut 1 Prabowo Subianto tentang penjualan saham Indosat era Megawati. Menjawab pertanyaan itu, Jokowi menjelaskan kondisi ekonomi saat itu belum pulih benar dari krisis ekonomi yang menghantam pada 1998.

Namun, Jokowi menyebut masih ada peluang pemerintah membeli Indosat lagi karena hal itu tercantum dalam klausul. "Ada salah satu klausul yang disepakati pemerintah saat melepas saham Indosat, yakni adanya opsi Indosat dibeli kembali," tutur Jokowi.

(feb/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads