Ribuan Nasabah Koperasi Cipaganti Kumpul di Sentul 1 Juli, Bahas Pailit

Ribuan Nasabah Koperasi Cipaganti Kumpul di Sentul 1 Juli, Bahas Pailit

- detikFinance
Selasa, 24 Jun 2014 17:39 WIB
Ribuan Nasabah Koperasi Cipaganti Kumpul di Sentul 1 Juli, Bahas Pailit
Jakarta - Para mitra Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada berencana berkumpul di Sentul pada 1 Juli 2014 guna membahas nasib dana mereka yang saat ini belum kembali. Mereka akan lakukan voting apakah setuju koperasi yang tergabung di Grup Cipaganti itu akan dipailitkan.

"Tanggal 1 (Juli) di Sentul ada pertemuan mitra Koperasi Cipaganti untuk Jakarta, Bogor dan sekitarnya. Tadinya kan mau bertemu di pengadilan, tapi tempatnya tidak muat," ujar salah satu Mitra Koperasi Cipaganti Sri Winarti Amijoyo ketika dihubungi detikFinance, Selasa (24/6/2014).

Ia mengatakan, para mitra ini akan melakukan voting terkait kondisi Koperasi Cipaganti. Menurut wanita yang akrab disapa Wiwin ini, pasar mitra tidak ingin Koperasi Cipaganti pailit karena bisa-bisa dana para mitra tidak kembali.

"Kita sih inginnya tidak pailit. Tapi kalau tidak pailit juga kita tidak tahu kapan dana bisa kembali. Kita sudah tidak ingin lagi diberi fee (keuntungan) yang penting uang bisa kembali," jelasnya.

Ia menambahkan, komunikasi dengan tim restrukturisasi Koperasi Cipaganti sampai saat ini berjalan dengan baik. Tim tersebut memberi tahu perkembangan proses permohonan keringanan pembayaran utang (PKPU) dan lain-lain.

"Anggota tim restrukturisasi masih terus memberi laporan, itu bagus. Sesama mitra juga kita masih saling kontak, biasanya lewat grup WhatsApp," tambahnya.

Pembayaran imbal hasil alias keuntungan investasi para mitra Koperasi Cipaganti yang jumlahnya mencapai 8.700 itu mulai tersendat sejak awal 2014. Namun ada beberapa mitra yang masih menerima imbal hasil.

"Saya sudah ikut Koperasi Cipaganti sejak lima tahun lalu. Selama ini pembayaran (imbal hasil) lancar," katanya.

Pembayaran imbal hasil miliknya mulai berhenti sejak Mei lalu, berbeda dengan kakak iparnya yang sudah berhenti sejak Januari tahun ini.

"Kalau saya berhenti (diberi imbal hasil) Mei, tapi kakak ipar saya sudah dari awal tahun ini dari Januari," katanya.

Wiwin ikut menjadi mitra Koperasi Cipaganti dengan menyimpan uang sebanyak Rp 100 juta sekitar tahun 2009. Kakak iparnya, kata Wiwin, menyimpan dana lebih besar yaitu hingga Rp 500 juta sekitar 10 tahun yang lalu

"Bahkan ada juga yang simpan uang sampai Rp 1 miliar. Selama ini pembayaran lancar-lancar saja, makanya saya ikutan waktu itu," jelasnya.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads