Persaingan Prabowo-Jokowi Makin Ketat Bikin Dolar Sentuh Rp 12.000

Persaingan Prabowo-Jokowi Makin Ketat Bikin Dolar Sentuh Rp 12.000

- detikFinance
Selasa, 24 Jun 2014 21:13 WIB
Persaingan Prabowo-Jokowi Makin Ketat Bikin Dolar Sentuh Rp 12.000
Jakarta - Hari ini nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) sempat menyentuh Rp 12.000. Salah satu penyebabnya adalah makin ketatnya persaingan antara 2 capres, yaitu Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi).

Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, dolar yang sempat menyentuh Rp 12.000 mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia. Ada sejumlah kekhawatiran investor asing terhadap kondisi Indonesia.

"Ada faktor yang menyebabkan nilai tukar rupiah lemah. Satu persaingan kandidat presiden seru tahun ini, beberapa bonds holders (pemegang surat utang Indonesia) besar tanya ke saya, concern yang dimunculkan kalau persaingan ketat, kita harus menunggu keputusan KPU. Kalau hasilnya dekat, bukan tidak mungkin ada gugatan ke KPU, kalau jaraknya jauh nggak ada, kita butuh kepastian yang penting," tutur Chatib pada seminar ekonomi di Hotel Ritz Carlton, SCBD, Jakarta, Selasa (24/6/2014).

Selain itu, faktor lainnya adalah karena defisit neraca perdagangan yang terjadi. Namun, Chatib memprediksi, bulan ini neraca perdagangan Indonesia akan surplus.

Terkait pemilihan presiden, pelemahan rupiah menurut Chatib hanya bersifat temporer atau sementara saja. Di 2015, Chatib memperkirakan dolar AS bergerak di kisaran Rp 11.500-Rp 12.000. Pemerintah sekarang ingin meninggalkan APBN yang aman untuk presiden baru.

Di 2015, pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi 5,5-6%, dan laju inflasi 3-5%.

"Saya percaya pemerintahan baru keuangan akan lebih baik. Undang-undang pertanahan sudah disetujui parlemen. Kendala kita soal lahan. Tol Bali bisa dibangun 12 bulan karena di atas laut, karena tidak ada isu tanah. Di 2015 akan lebih baik Harga komoditi dan minyak lebih baik karena Indonesia ekspornya itu 65 persen energi dan komoditi," jelas Chatib.

(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads