Atas hal ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) selaku regulator di pasar modal ikut angkat bicara. Direktur Utama BEI Ito Warsito menilai, anjloknya harga saham Cipaganti tidak terlepas dari sentimen negatif di pasar. Penangkapan petinggi Cipaganti sedikit banyak bakal berpengaruh terhadap pergerakan kinerjanya di pasar modal.
"Sebenarnya tidak ada masalah di Cipaganti yang listed ini, itu mungkin karena sentimen negatif pasar, investor membaca peristiwa yang terjadi ini karena kebetulan yang terkena kasus ini kan Direktur Utamanya, padahal secara bisnis tidak ada kaitannya," kata Ito saat ditemui di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (25/6/2014).
Namun begitu, Ito mengatakan, pihaknya tidak bisa melakukan langkah untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham (suspensi) emiten berkode CPGT tersebut meskipun sahamnya terus mengalami penurunan.
"Suspen kan karena emiten melakukan pelanggaran atau ada aktivitas yang tidak biasa/Unusual Market Activity (UMA), selama yang dianggap keterbukaan informasi ke masyarakat cukup dan tidak ada kejadian luar biasa, ya perdagangan sudah dianggap wajar sehingga investor memahami risikonya," ujar dia.
Di tempat yang sama, Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen menambahkan, secara fundamental kondisi perusahaan dinilai baik. Masalahnya, kata dia, rumor yang berkembang soal kasus yang melibatkan petinggi Cipaganti tersebut langsung berdampak terhadap pergerakan harga sahamnya.
"Secara fundamental nggak ada masalah. Jadi ini melihat pasar. Yang ditangkap kebetulan CEO Cipaganti tapi kan bukan soal Cipaganti tapi koperasinya. Itu rumor investor koperasi jadi dibuktikan saja, audit saja," kata Hoesen.
Dia menambahkan, tidak ada kaitan langsung antara kasus koperasi Cipaganti ini dengan bursa saham. Hal ini merupakan dua hal yang berbeda.
"Ini bukan domain kita jadi aneh, yang saya tahu simpan pinjam kenapa jadi investment company, harusnya yang minjem hanya boleh anggotanya bukan seperti pooling fund kayak investment kolektif bahasa kerennya collective investment scheme. Jadi harus jadi sosialisasi juga ini," tandasnya.
(drk/ang)











































