Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 12.097 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.070 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 8,000 poin (0,17%) ke level 4.846,982 mengekor penguatan bursa global semalam. Investor domestik masih terus berburu saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG bertambah 12,866 poin (0,27%) ke level 4.851,848 bersamaan dengan penguatan bursa-bursa Asia. Melambatnya ekonomi AS membuat pelaku pasar fokus ke pasar regional.
Aksi borong saham jelang penutupan perdagangan membuat indeks melesat cukup tinggi. Saham-saham yang diincar salah satunya di sektor pertambangan.
Mengakhiri perdagangan, Kamis (26/6/2014), IHSG ditutup melesat 33,438 poin (0,69%) ke level 4.872,420. Sementara Indeks LQ45 ditutup melaju 7,502 poin (0,92%) ke level 822,843.
Indeks sektor infrastruktur langsung melesat paling tinggi di antara indeks sektoral lainnya. Semua indeks sektoral akhirnya mampu menguat di penghujung perdagangan.
Investor asing masih memilih aksi tunggu sampai situasi politik di dalam negeri kondusif. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 28,28 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 179.843 kali dengan volume 4,012 miliar lembar saham senilai Rp 4,394 triliun. Sebanyak 180 saham naik, 91 turun, dan 79 saham stagnan.
Bursa regional mempertahankan momentum penguatan hingga sore hari ini. Bursa saham Hong Kong melesat paling tinggi hingga lebih dari 1,45%.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 naik 41,88 poin (0,27%) ke level 15.308,49.
- Indeks Hang Seng melonjak 331,13 poin (1,45%) ke level 23.197,83.
- Indeks Komposit Shanghai bertambah 13,18 poin (0,65%) ke level 2.038,68.
- Indeks Straits Times tumbuh 14,37 poin (0,44%) ke level 3.275,91.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Century Textile (CNTX) turun Rp 1.250 ke Rp 8.000, Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 550 ke Rp 5.000, Multi Bintang (MLBI) turun Rp 500 ke Rp 1,08 juta, dan Siantar Top (STTP) turun Rp 215 ke Rp 2.600.
(ang/dnl)











































