Saham Produsen Furniture Chitose Naik ke Rp 367/Lembar

Pencatatan Saham Perdana

Saham Produsen Furniture Chitose Naik ke Rp 367/Lembar

- detikFinance
Jumat, 27 Jun 2014 09:14 WIB
Saham Produsen Furniture Chitose Naik ke Rp 367/Lembar
Jakarta - Saham PT Chitose International Tbk (CINT) pada perdagangan perdananya dibuka di harga Rp 367 atau naik dari harga perdana saham dalam Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp 330 per saham.

Saham CINT sempat menyentuh level tertingginya di angka Rp 380 per saham dan terendahnya di level Rp 350 per saham.

Saham ini ditransaksikan sebanyak 63 kali dengan volume 3117 lot saham dan nilainya mencapai Rp 607 juta.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hoesen mengatakan, perusahaan ini diharapkan menjadi salah satu kontributor likuditas di pasar modal Indonesia.

"Kami dari BEI tentunya mengucapkan selamat datang. Mudah-mudahan dengan pencatatan ini, ke depan saham ini jadi buruan investor. Harapan jadi kontributor likuiditas di pasar modal. Nitip GCG itu pilar sebagai perusahaan tercatat di BEI," kata Hoesen saat pencatatan saham perdana CINT di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (27/6/2014).

Direktur Utama CINT Dedie Suherlan menambahkan, komitmen menjadi perusahaan tercatat untuk membawa perseroan menjadi lebih baik, meningkatkan daya saing dan mengembangkan produk-produk Chitose.

"Kami bersyukur kepada Tuhan memberikan tim yang solid untuk bekerja siang dan malam. Terimakasih kepada semua dan pemegang saham dan para lembaga penunjang yang sangat membantu, serta BEI dan OJK," ujarnya.

Perseroan melepas 300 juta saham atau setara dengan 30% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Dari IPO tersebut, perseroan meraup dana segar sebesar Rp 99 miliar. Dana ini akan digunakan perseroan untuk ekspansi.

Sebesar 98% saham perdana yang dilepas dialokasikan untuk penjatahan pasti (fixed allotment). Sisanya, ditawarkan dengan mekanisme penjatahan terpusat (pooling).

Perseroan akan menggunakan dana hasil IPO untuk pembelian tanah dalam rangka pembangunan pabrik baru sebesar 25%, pembangunan pabrik baru dan gudang penyimpanan sebesar 10%, pembelian mesin dan perlengkapan pabrik baru sebesar 20%, dan 30% untuk memperkuat penetrasi pasar. Lalu sekitar 15% digunakan untuk modal kerja.

Perusahaan yang bergerak di jasa furnitur ini merupakan emiten ke-13 di tahun 2014 dan emiten ke-496 yang tercatat di BEI.

(drk/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads