"Kami belum ada rencana menaikkan harga," kata Direktur Utama CINT Didie Suherlan usai pencatatan saham perdana di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (27/6/2014).
Didie menjelaskan, meskipun kenaikan TTL berpengaruh terhadap pembiayaan produksi, namun pihaknya punya strategi jangka panjang untuk tetap mempertahankan kinerja perseroan dalam membukukan keuntungan.
"Karena kita aplikasikan one price one policy, jadi di semua wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke hingga Papua harga produk kami tetap sama," terang dia.
Sementara itu, memasuki musim puasa dan lebaran tahun ini lanjut Didie, operasional Chitose tidak banyak terpengaruh.
Saat ini, porsi penjualan produk-produk furniture perseroan yang dipasarkan di dalam negeri mencapai 90% sementara sisanya diekspor ke Jepang dan Singapura.
Seperti diketahui, pemerintah memastikan menaikkan tarif listrik untuk 6 golongan pelanggan PT PLN (Persero) dari industri hingga rumah tangga. Tarif baru akan berlaku mulai 1 Juli 2014 untuk setiap dua bulan.
(drk/ang)











































