Euro Catat Rekor Tertinggi Terhadap Dollar AS

Euro Catat Rekor Tertinggi Terhadap Dollar AS

- detikFinance
Sabtu, 25 Des 2004 12:45 WIB
Jakarta - Mata uang Euro mencatat rekor tertinggi terhadap dollar AS (US$) dalam perdagangan Jumat,(24/12/2004) di posisi 1.3548 per dolar AS atau lebih tinggi dibandingkan Kamis sebelumnya,(23/12/2004) yang ada di level 1.3506 di Pasar New York. Melonjaknya Euro menurut beberapa analis, karena mata uang tunggal Eropa ini diharapkan semakin kuat sebelum the European Central Bank (Bank Central Eropa) melakukan intervensi untuk mengendalikan kemana arah mata uang tersebut.Euro mulai menyentuh level tertingginya 1.3548 per dolar AS pada pada perdagangan awal transaksi pasar di Eropa,Jumat,(23/12/2004) dimana ini merupakan level tertinggi sejak mata uang tersebut diluncurkan di pasar valuta asing internasional pada 1999. Euro mencatat rekor puncaknya kembali terhadap dolar selama dua hari sebelumnya karena terimbas dari pemberitaan melemahnya data ekonomi AS. Pergerakan Euro yang lebih tinggi tersebut berimbas tipisnya nilai perdagangan dolar AS yang berakibat terhadap naiknya voltilitas di pasar uang. "Saya perkirakan kenaikan Euro ini akan kembali berlanjut pada minggu depan dan seterusnya," kata Ekonom HBOS, Steven Pearson seperti dikutip AFP, Sabtu,(25/12/2004).Sedangkan Ekonom Citigroup Marvin Barth memperkirakan mata uang Euro bisa mencapai level tertinggi hingga 1,39 per dolar AS pada awal tahun 2005. Euro saat ini telah mengalami kenaikan 10,5 persen, kondisi ini berlawanan dengan dollar AS yang justru mengalami penurunan selama lebih dari dua bulan Karena adanya pembicaraan yang menghangat oleh Bank Central Eropa yang kemungkinan akan melakukan intervensi di pasar uang yang diharapkan bisa mendinginkan kenaikan Euro yang cepat tersebut.Menurut Person, ada potensi yang bisa menjadi alasan melakukan intervensi bagi Bank Central Eropa jika Euro telah menembus 1,40 per dolar AS. Sedangkan Barth mengakui, dirinya percaya bahwa tidak ada fakta-fakta pada level tertentu Bank Central Eropa harus melakukan intervensi."Saya tidak berpikir kearah sana tentang perlunya suatu level. Ini merupakan kejadian yang sangat cepat terhadap kenaikan Euro kedepan," ujar Barth.Barth juga menambahkan, "Jika kita melihat dolar AS sejak mulai terdepresiasi dengan cepat pada kondisi yang berkelanjutan, maka kita bisa melihat lebih secara verbal adanya intervensi itu yang telah dilakukan melalui beberapa kebijakan dari Bank Central Eropa untuk melakukan intrevensi,". Mata uang Euro meliputi 12 negara-negara Eropa yaitu Austria, Belgia, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Irlandia, Italia, Luxemburg, Belanda, Portugis, dan Spanyol yang diresmikan sejak 1 Januari 1999.Sedangkan transaksi perdagangan mata uang Euro pertama kali dilakukan pada 4 Januari 1999, dimana pada saat itu mata uang Euro mengalami perubahan di kisran 1.1745-1.1812 per dolar AS. (ir/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads