Menutup perdagangan awal pekan, Snein (30/6/2014), IHSG ditutup menanjak 33,448 poin (0,69%) ke level 4.878,582.
Wall Street bergerak mixed di awal pekan, karena belum ada sentimen positif yang bisa mendorong pelaku pasar.
Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average turun 25,24 poin (0,15%) ke level 16.826. Indeks S&P500 turun 0,73 poin (0,04%) ke level 1.960,23. Sementara indeks Nasdaq naik 10,25 poin (0,23%) ke level 4.408,18.
IHSG hari ini diprediksi akan bergerak datar serta konsolidasi. IHSG membutuhkan sentimen positif yang kuat untuk bisa melaju kencang.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 naik 92,29 poin (0,6%) ke level 15.253,38.
- Indeks Straits Times turun 15,38 poin (0,47%) ke level 3.255,67.
Berikut prediksi sejumlah analis:
Mandiri Sekuritas
Pasar saham AS kembali melemah, seiring data ekonomi Paman Sam yang bergerak mixed. Pelemahan dialami indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar -0,15% dan indeks S&P500 sebesar -0,04%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh rilis data ekonomi Tiongkok. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 sebesar +0,08%. Sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan melemah -0,46%. Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas terapresiasi.
Harga minyak mentah WTI naik +0,15% ke level US$105,53 per barel. Sedangkan harga emas Comex menguat +0,34% ke posisi US$1.326,50 per troy ounce. Dari dalam negeri, kami memprediksi inflasi tahunan akan melunak menjadi 6,77%, dari bulan sebelumnya 7,32%. Kondisi itu disebabkan oleh inflasi Juni 2014 yang mencapai 1,02% (MoM) dan didorong oleh kenaikan harga BBM bersubsidi. Di sisi lain, neraca perdagangan Mei 2014 kami prediksi akan surplus tipis US$85 juta, dari defisit US$ 2 miliar pada April 2014.
Surplus itu didorong oleh kinerja ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan batu bara yang kemungkinan dapat mengimbangi kegiatan impor yang besar pada Mei 2014. Menurut Analis Teknikal Mandiri Sekuritas, IHSG kemarin diperdagangkan diatas EMA 200 hari.
Indeks konsolidasi dan bergerak tertahan di EMA 50. Hari ini indeks akan bergerak mixed to up coba menguji resistance di 4.889. Indeks akan bergerak di kisaran support 4.856 dan resistance 4.889.
Trust Securities
Meski HSI melemah namun, IHSG mampu berada di zona hijau seiring masih banyaknya bursa saham Asia lainnya yang dapat berakhir positif sehingga berimbas pada berbalik arahnya IHSG. Apalagi di pekan sebelumnya diriis kenaikan Michigan consumer sentiment AS sehingga mampu memberikan sentimen positif.
Tidak hanya itu, dirilisnya pemberitaan akan tetap stabilnya inflasi dan akan surplusnya neraca perdagangan turut menambah sentimen positif. Melemahnya harga minyak mentah yang diikuti dengan kenaikan Rupiah juga mampu menopang penguatan IHSG. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4878,58 (level tertingginya) di akhir sesi 2 dan menyentuh level 4845,61 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 4878,58. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Selasa (30/6) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4840-4867 dan resisten 4885-4892. Separating lines di atas lower bollinger band (LBB). MACD bergerak naik tipis dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba berbalik naik. Meski IHSG sempat berada di bawah kisaran target resisten (4865-4880) namun, akhirnya dapat kembali ke dalam kisaran tersebut. Bertahannya sentimen positif tentu diperlukan agar dapat berimbas positif pula pada IHSG yang saat ini mencoba untuk rebound.
Jika sentimen yang ada mampu memberikan dampak positif maka IHSG pun akan dapat kembali melanjutkan kenaikannya dan tentu saja tidak langsung dimanfaatkan untuk profit taking secara masif.
(dnl/dnl)











































