Pada Rabu (2/7/2014), IHSG ditutup di posisi 4.908,274. Menguat 23,449 poin (0,4%). Penguatan signifikan terjadi di detik-detik akhir perdagangan.
Ahmad Sujatmiko, Analis PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), mengatakan ada peningkatan pembelian untuk saham-saham unggulan alias bluechip. Contohnya adalah Unilever (UNVR) dan Astra International (ASII).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sujatmiko, lompatan Indeks ini bukan hal yang terlalu istimewa. "Memang selepas sesi I agak turun dan kemudian naiknya lumayan tinggi. Namun itu masih dalam rentang suport dan resisten di pasar, tidak sampai 100 poin," katanya.
Besok, Sujatmiko memperkirakan IHSG masih bisa bertahan di level 4.900. Investor diperkirakan masih akan memburu saham-saham bluechip.
"Mereka yang masuk hari ini baru di detik-detik akhir. Jadi kemungkinan besar besok investor-investor ini masih akan masuk lagi," tutur Sujatmiko.
Hal senada dikemukakan Reza Priyambada, Kepala Riset Trust Securities. Menurutnya, lonjakan ini terjadi karena aksi beli yang masif jelang perdagangan berakhir.
"Pelaku pasar kembali masuk. Ini seiring tidak adanya sentimen negatif yang signifikan," kata Reza.
Investor, lanjut Reza, punya alasan untuk masuk di detik-detik terakhir perdagangan. Dia berpendapat, periode ini dapat dapat dipakai sebagai acuan pembentukan harga saham ke depan.
"Detik-detik akhir itu akan pembentukan harga. Pelaku pasar mungkin melihat dari sisi itu, sehingga dapat dilihat trennya untuk besok dan bagaimana arah ke depannya," papar Reza.
(hds/hen)











































