Bencana di Aceh Diyakini Tak Ganggu Perdagangan Saham RI
Senin, 27 Des 2004 12:37 WIB
Jakarta - Kondisi perdagangan di Bursa Efek Jakarta tidak terpengaruh banyak dengan bencana Tsunami yang terjadi di Aceh. Alasannya, karena jauh dari pusat kegiatan ekonomi, beberapa investor masih yakin window dressing akhir tahun akan terjadi yang selanjutnya akan membuat indeks naik."Kalau dilihat, bencana seperti gempa bumi, Tsunami merupakan bencana umum yang sangat besar. Secara jangka menengah, hal tersebut bisa mengganggu perekonomian karena rusaknya infrastruktur untuk kegiatan ekonomi. Namun pelaku pasar di Indonesia melihat bencana tersebut jauh dari pusat bisnis, sementara sebagian lagi masih yakin akan adanya window dressing sampai akhir tahun. Hal ini yang membuat indeks di BEJ tidak jatuh karena bencana Tsunami," papar Fendi Susianto, Wealth Management BNI kepada detikcom, Senin (27/12/2004).Sementara mengenai sepinya perdagangan saham di BEJ yang pada sesi I hanya mencatat transaksi sekitar Rp 400 miliar, Fendi menjelaskan hal ini disebabkan karena banyaknya investor asing yang tidak melakukan transaksi karena libur akhir tahun. Padahal 40 persen lebih pemain saham di BEJ adalah asing. Ini berbeda dengan bursa saham di Thailand dan Malaysia dimana basis investor lokalnya lebih besar ketimbang di Indonesia sehingga dengan adanya bencana Tsunami, mereka cepat mengambil keputusan. "Sedangkan investor di Indonesia yang kebanyakan asing sedang libur, sehingga ketika ada bencana, mereka tetap tidak melakukan transaksi apapun," katanya.Fendi juga menjelaskan bahwa investor lokal masih optimis window dressing menjelang akhir tahun akan terjadi. Hal ini terutama karena masih bergaungnya sentimen positif atas naiknya peringkat utang Indonesia dari B menjadi B+ oleh S&P. Kondisi ini menguntungkan emiten yang utang luar negerinya sangat banyak seperti PT Tjiwi Kimia tbk dan PT Indah Kiat Pulp and Paper tbk.Investor di Indonesia juga menilai, jauhnya lokasi bencana dari pusat bisnis bisa dilokalisir oleh pemerintah. Menurutnya ini berbeda jika ada satu orang meninggal karena peledakan bom yang terjadi di Jakarta dimana kepanikan investor sangat tinggi. Dampak bencana Tsunami ini menurutnya secara jangka panjang bisa mempengaruhi kegiatan perekonomian karena seperti terganggunya pasokan gas dari Aceh dan rusaknya infrastruktur jalan yang membuat distribusi ekonomi terhambat.
(qom/)











































