Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, kondisi nilai tukar sekarang dipengaruhi faktor yang sifatnya sementara. Utamanya, karena ketatnya persaingan calon presiden pada pemilihan umum (pemilu).
Akan tetapi, pengaruh ini hanya akan terjadi sampai dengan 9 Juli. Setelah itu, tekanan terhadap rupiah akan hilang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua adalah dari sisi neraca perdagangan. Chatib menyebutkan, dalam enam bulan terakhir defisit neraca perdagangan hanya terjadi satu kali. Itu pun dikarenakan efek kaget pengusaha terkait pengenaan pajak barang mewah untuk ponsel.
"Makanya impor ponsel jadi naik kan," sebutnya.
Ketiga adalah efek dari kisruh geopolitik di Irak. Dalam beberapa hari terakhir, harga minyak dunia sudah kembali turun. Sehingga dapat disimpulkan ketakutan pasar juga mulai berkurang.
"Sisa yang belum pasti adalah Irak. Tapi itu temporer saya kira. Harga minyak juga mulai menurun," paparnya.
(mkl/dnl)











































