Pertama kali IHSG terbang tinggi adalah saat Jokowi menyatakan akan maju menjadi calon presiden pada Jumat 14 Maret 2014. Saat itu IHSG terbang hingga 3% dan merupakan lonjakan tertingginya tahun ini.
Saat itu dana asing langsung masuk membanjiri pasar modal sebanyak Rp 3 triliun dalam sehari dan nilai tukar rupiah pun bisa menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Hal yang sama terlihat pada perdagangan hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau Jokowi menang, IHSG bisa 5.200-5.300 tapi ke depan tergantung kabinetnya dan siapa menteri-menterinya, itu akan mempengaruhi pergerakan IHSG," kata Kepala Riset Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa, Senin (7/7/2014).
"Kalau Prabowo itu dulu awal-awal prediksi pasar kalau dia menang market bisa terkoreksi sampai 15% tapi sekarang prediksi berubah karena memang mereka sudah melihat visi-misinya lewat debat itu, prediksi sekarang paling koreksi 3-4%. Perkiraan IHSG ada di level 4.500-4.600," kata mantan staf ahli Kemenko Perekonomian ini.
Namun ia menambahkan, prediksi-prediksi tersebut sifatnya masih sementara dan ada faktor-faktor lain yang bisa mempengaruhi kenyataannya nanti.
"Yang membedakan keduanya hanya pada reaksi awal tapi setelahnya market akan melihat siapa orang-orang yang ada di pemerintahan," jelasnya.
(ang/dnl)











































