Peta Kekuatan Jelang Pilpres Masih Sesuai Harapan, Pelaku Pasar Bergairah

Peta Kekuatan Jelang Pilpres Masih Sesuai Harapan, Pelaku Pasar Bergairah

- detikFinance
Senin, 07 Jul 2014 17:45 WIB
Peta Kekuatan Jelang Pilpres Masih Sesuai Harapan, Pelaku Pasar Bergairah
Jakarta - Hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup cukup meyakinkan. IHSG berada di posisi 4.989,031, menguat 83,206 poin (1,7%).

Tidak hanya IHSG, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pun perkasa. Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menyebutkan dolar di posisi Rp 11.787. Menguat dibandingkan akhir pekan lalu yaitu Rp 11.887.

Menurut Ahmad Sujatmiko, Analis PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), optimisme pelaku pasar didorong oleh kondisi jelang pemilihan presiden (pilpres). Sejauh ini, situasi berlangsung relatif sesuai dengan ekspektasi pasar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari debat kandidat akhir pekan lalu, baik pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa maupun Joko Widodo-Jusuf Kalla menyampaikan visi-misi terkait pangan dan energi yang lebih detil. Ini dinilai positif oleh pasar," papar Sujatmiko kepada detikFinance, Senin (7/7/2014).

Selain itu, lanjut Sujatmiko, hasil dari berbagai survei elektabilitas juga masih sejalan dengan harapan pasar. Sejauh ini, pasangan Jokowi-JK masih unggul dibandingkan pesaingnya berdasarkan survei sejumlah lembaga.

Misalnya hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network terbaru menunjukkan adanya selisih elektabilitas yang melebar antara Jokowi-JK dengan Prabowo-Hatta.

Survei LSI Denny JA ini akhir Juni (25-29 Juni) menunjukkan selisih elektabilitas kedua pasang capres-cawapres berada pada titik terendah yaitu 0,5%. Namun dari hasil survei terbaru yang dilakukan pada awal Juli (2-5 Juli), pasangan Jokowi-JK unggul dengan selisih 3,6%.

Dari survei lembaga tersebut, pasangan Jokowi-JK meraih 47,8%, sedangkan Prabowo-Hatta 44,2%. Ada pun yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 8%.

Lalu PoliticalWave, sebuah lembaga pemantau aktivitas media sosial, melakukan survei elektabilitas pada periode 8 Juni-5 Juli 2014. Selama periode itu ada 5.977.879 percakapan dan 1.592.323 netizen yang melakukan percakapan terkait kedua pasangan capres-cawapres.

Dari perbandingan jumlah percakapan share of awareness, pada periode ini menunjukkan keunggulan pasangan Jokowi-JK sebesar 60,5% dibandingkan pasangan Prabowo-Hatta sebesar 39,5%. Sementara dari perbandingan jumlah netizen yang melakukan percakapan (share of netizen) menunjukkan keunggulan pasangan Jokowi-JK sebesar 53,8% dibandingkan pasangan Prabowo-Hatta sebesar 46,2%.

"Memang ada anggapan bahwa Jokowi lebih di-accept oleh pasar, lebih pro pasar. Kemudian ada anggapan juga anggapan bahwa kalau sampai lawannya yang menang, maka IHSG akan turun," kata Sujatmiko.

Namun, Sujatmiko mengatakan sentimen itu hanya bersifat sementara. Pasar dinilai sudah bisa menerima kalau pun Prabowo yang memenangi pilpres, meski mungkin butuh waktu.

"Terlepas dari sentimen-sentimen yang ada, pasar cukup optimistis menghadapi pilpres tahun ini. Pasar melihat dua calon ini punya keunggulan masing-masing," kata Sujatmiko.

Dalam waktu dekat, Sujatmiko memperkirakan IHSG dan nilai tukar rupiah masih dalam tren menguat. "Momentumnya ada. Sejauh ini kondisi masih kondusif," ujarnya.

Penguatan IHSG dan rupiah, menurut Sujatmiko, bisa cukup tinggi jika calon yang diterima pasar memenangkan pilpres. "IHSG menembus 5.000 poin sangat mungkin, apalagi kalau yang jadi yang disukai pasar," tuturnya.

(hds/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads