Investor Yakin Jokowi Unggul, IHSG dan Rupiah Perkasa

Investor Yakin Jokowi Unggul, IHSG dan Rupiah Perkasa

- detikFinance
Selasa, 08 Jul 2014 10:44 WIB
Investor Yakin Jokowi Unggul, IHSG dan Rupiah Perkasa
Jakarta - Hari ini, pasar keuangan Indonesi melanjutkan penguatannya. Sentimen positif jelang pemilihan presiden (pilpres) menjadi bahan bakar optimisme pelaku pasar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di posisi 5.036,992, naik 47,418 poin (0,95%). Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat di posisi Rp 11.670 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.695 per dolar AS.

Menurut Destry Damayanti, Kepala Ekonom Bank Mandiri, faktor non fundamental menjadi penggerak utama pasar. "Ini terkait psikologis, di mana berbagai ketakutan yang sebelumnya muncul sepertinya tidak terealisasi," katanya kala berbincang dengan detikFinance, Selasa (8/7/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, lanjut Destry, faktor non fundamental utama di pasar adalah perkembangan politik terkait pilpres. Sejauh ini, perkembangannya masih sesuai dengan harapan pelaku pasar yang sepertinya lebih nyaman dengan pasangan nomor urut 2, Joko Widodo-Jusuf Kalla.

"Ada kabar hasil exit poll di luar negeri yang membuat pasar bergairah. Market memang lebih condong ke calon tertentu, dan mereka cukup yakin calon yang favorable itu will win the election," tutur Destry.

Hasil survei elektabilitas dari berbagai lembaga menunjukkan Jokowi-JK lebih unggul dari pasangan nomor urut 1, Prabowo Subianto-Jusuf Kalla. Misalnya survei dari Soegeng Sarjadi School of Government (SSSG) kemarin menyebutkan, pasangan Jokowi-JK lebih banyak dipilih responden (51%), jauh di atas Prabowo-Hatta (43,4%).

Survei ini dilakukan pada 21 Juni-5 Juli 2014 dengan mewawancarai responden via telepon. Jumlah responden ada 1.250 orang dari 10 kota besar di Indonesia yakni Jakarta, Surabaya, Bandung, Balikpapan, Bali, Medan, Makassar, Semarang, Palembang, dan Yogyakarta. Tingkat keyakinan survei ini 95%, dan sampling error penelitian kurang lebih 2,78%.

"Market memang punya confidence tinggi, mereka tentunya tidak ingin ketinggalan kapal. Investor pun mulai melakukan aksi beli, terutama asing yang kemarin net buy mencapai lebih dari Rp 700 miliar," kata Destry.

(hds/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads