Kisruh Ada Dua Pemenang Pilpres, IHSG Tetap Melonjak

Kisruh Ada Dua Pemenang Pilpres, IHSG Tetap Melonjak

- detikFinance
Kamis, 10 Jul 2014 10:52 WIB
Kisruh Ada Dua Pemenang Pilpres, IHSG Tetap Melonjak
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus level 5.100 pada perdagangan hari ini, atau berselang satu hari setelah pelaksanaan pelaksanaan Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) Rabu, 9 Juli 2014 kemarin.

Director of Investment Banking Sucorinvest Central Ghani, Achdiarini Siwiwardhani mengatakan, laju IHSG tak terpengaruh oleh hasil hitung cepat yang menobatkan dua pasangan Capres-Cawapres sekaligus sebagai pemenangnya.

Laju IHSG ini, menurut Siwi menunjukkan bahwa pelaku pasar sudah mulai dewasa dalam menyikapi hasil Pilpres tahun 2014.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Proses kemarin (Pilpres) berlangsung lancar. Itu faktor paling utama. Artinya, semua lini pasar modal dari luar, dari dalam, sudah semakin stabil. Investor luar menilai kita (Indonesia) semakin dewasa dalam berpolitik," ujar Siwi usai menghadiri pencatatan perdana saham MBAP di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/7/2014).

Kedewsaan ini, lanjut Siwi, terlihat dari kondisi keamanan baik selama pelaksanaan maupun pasca pelaksanaan Pilpres kemarin yang cenderung kondusif tanpa diwarnai kericuhan yang berarti.

Kondisi ini membawa sentimen positif bagi pelaku pasar bahwa praktik demokrasi di Indonesia berjalan sebagaimana mestinya yang tercermin dari kebebasan masyarakat dalam mengaspirasikan suaranya.

"Euforianya adalah kita bisa menjalankan pemilu dengan lancar. Indonesia dengan jumlah masyarakat yang sangat besar, dan juga memiliki aspirasi yang sangat besar, bahwa mereka (masyarakat) bisa memilih secara bebas," tutur dia.

Namun demikian, pelaku pasar tetap menantikan hasil resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Kepastian atas hasil KPU akan sangat kita nantikan. Karena itu yang akan sangat kita nantikan, itu yang akan sangat mempengaruhi ke depannya akan seperti apa," tambahnya.

Ditambahkannya pula, bahwa pelaku pasar sangat mengharapkan siapa pun Presiden terpilih nantinya dapat memberikan kepastian hukum dan kebijakan yang berkenaan dengan pembangunan dan ekonomi. Dengan demikian, diharapkan kinerja perusahaan tercatat pun dapat semakin kuat karena kebijakan yang diterapkan tidak berubah-ubah alias konsiten.

"Kalau fundamental emiten itu kan terkait dengan kondisi makro ekonomi, tak lepasa dari performa makro dan mikro. Jadi yang utama itu adanya kepastian terhadap setiap kebijakan. Kepastian ini yang kita maksud itu aturan kebijakan tidak berubah-berubah. Itu yang paling utama," pungkasnya.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads