Kemarin mata uang garuda menguat hingga 0,5% dan menekuk dolar AS hingga ke posisi Rp 11.574 per dolar AS. Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (11/7/2014), ini merupakan posisi rupiah terkuat dalam tujuh pekan terakhir, atau sejak 22 Mei 2014.
Penguatan rupiah ini buntut dari hasil cepat (quick count) lembaga survei independen yang memenangkan pasangan calon presiden (capres) nomor urut dua, Jokowi-JK. Meski demikian, capres nomor urut satu, Prabowo-Hatta, juga mengklaim sudah memenangkan Pilpres.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dolar AS memang menyerah terhadap 31 mata uang negara lain, namun ada beberapa mata uang yang masih melemah terhadap dolar AS, seperti rupee India dan zloty Polandia yang keduanya jatuh hingga 0,7%.
(ang/ang)











































