Pasca Pilpres, Jokowi Effect Jilid 2 Terasa di Lantai Bursa

Pasca Pilpres, Jokowi Effect Jilid 2 Terasa di Lantai Bursa

- detikFinance
Jumat, 11 Jul 2014 08:20 WIB
Pasca Pilpres, Jokowi Effect Jilid 2 Terasa di Lantai Bursa
Jakarta - Pemilihan presiden (pilpres) sudah dilewati rakyat Indonesia. Hasilnya pasangan capres nomor urut dua, Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) unggul dalam penghitungan cepat (quick count) sementara.

Pasar keuangan pun menyambut baik kabar ini, sehingga muncul yang namanya Jokowi Effect jilid kedua. Seperti apa efek euforia Jokowi tersebut? Simak hasil penelusuran detikFinance, Jumat (11/7/2014).

IHSG dibuka tembus 5.100

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan kemarin tembus 5.100 setelah mendapat sentimen positif Pemilu Presiden (Pilpres) yang berlangsung aman. Posisi pasangan Jokowi-JK yang unggul menjadi katalis aksi beli yang dilakukan investor.

Managing Partner Investa Saran Mandiri, Kiswoyo Adi Joe, mengatakan pelaku pasar sudah berharap banyak Jokowi-JK bisa muncul sebagai pemenang dalam pilpres kali ini. Jokowi Effect Jilid 2 mulai terasa.

"Meski dua pasangan bilang mereka unggul dalam quick count, tapi lembaga survei yang menunjukkan Jokowi menang lebih kredibel. Bisa dibilang ini Jokowi Effect jilid dua," katanya kepada detikFinance.

Mengawali perdagangan, Kamis (10/7/2014), IHSG dibuka meroket 134,870 poin (2,68%) ke level 5.160,349. Indeks LQ45 dibuka terbang 32,580 poin (3,79%) ke level 891,434.

Euforia pilpres sangat terasa di lantai bursa, apalagi jagoan pilihan pelaku pasar yaitu capres nomor dua Joko Widodo unggul di hasil hitung cepat sementara. Aksi beli pun terjadi di seluruh saham.

Dolar AS keok, turun hingga Rp 11.500

Pada penutupan Senin 8 Juli 2014, dolar berada di kisaran Rp 11.600, dan sekarang pergerakan dolar melemah di kisaran Rp 11.500.

Kepala Riset Valuta Asing Malayan Banking Bhd cabang Singapura, Saktiandi Supaat, menyatakan nilai tukar rupiah akan menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) jika capres nomor urut 2 Joko Widodo yang akhirnya terpilih sebagai presiden Republik Indonesia (RI) periode berikutnya.

"Nilai tukar rupiah bisa menguat menuju Rp 11.300 per dolar AS untuk kemenangan Jokowi," kata Saktiandi dalam risetnya.

Jokowi Effect akan terasa sampai pekan depan

Menurut Managing Partner Investa Saran Mandiri, Kiswoyo Adi Joe, euforia Jokowi Effect jilid dua ini bisa bertahan hingga pekan depan.

β€œSeminggu ini euforia masih akan terasa. Sampai minggu depan masih bisa, setelah itu mulai kempes,” ujarnya kepada detikFinance, Kamis (10/7/2014).

Meski terasa ada euforia, namun ia memperkirakan volume dan nilai transaksi tidak akan terlalu besar. Pasalnya, pelaku pasar sudah melakukan antisipasi dengan masuk ke pasar beberapa hari sebelum pilpres digelar.

β€œTransaksi belum tentu akan ramai karena pelaku pasar sudah antisipasi. Minggu depan baru mulai profit taking,” katanya.

Dana asing masuk Rp 4 triliun dalam sehari

Mengakhiri perdagangan, Kamis (10/7/2014), IHSG ditutup melompat 73,298 poin (1,46%) ke level 5.098,010. Sementara Indeks LQ45 ditutup melesat 16,347 poin (1,89%) ke level 875,659

nvestor asing beli saham senilai Rp 9,865 triliun, dengan transaksi jual sebesar Rp 5,667 triliun. Dengan demikian asing tercatat beli bersih (foreign net buy) senilai Rp 4,197 triliun.
Halaman 2 dari 5
(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads