IHSG Rawan Aksi Ambil Untung

Rekomendasi Saham

IHSG Rawan Aksi Ambil Untung

- detikFinance
Jumat, 11 Jul 2014 08:53 WIB
IHSG Rawan Aksi Ambil Untung
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin melesat 73 poin didorong aksi beli di seluruh lapisan saham. Investor asing masih getol borong saham, nilai beli bersihnya capai Rp 4 triliun.

Mengakhiri perdagangan, Kamis (10/7/2014), IHSG ditutup melompat 73,298 poin (1,46%) ke level 5.098,010. Sementara Indeks LQ45 ditutup melesat 16,347 poin (1,89%) ke level 875,659.

Wall Street berakhir di zona merah setelah muncul kekhawatiran atas memburuknya kesehatan bank-bank terbesar Portugal. Sentimen ini menjadi alasan investor menjual saham.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat, Indeks Dow Jones melemah 70,54 poin (0,42%) ke level 16.915,07. Indeks S&P 500 berkurang 8,15 poin (0,41%) ke level 1.964,68. Indeks Komposit Nasdaq turun 22,83 poin (0,52%) ke level 4.396,20.

Hari ini IHSG diperkirakan bisa terkena aksi ambil untung atas penguatannya yang sudah terlalu tinggi didorong oleh Jokowi Effect jilid dua. Sudah banyak saham yang harganya terlalu mahal.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indkes Nikkei 225 melemah 40,53 poin (0,27%) ke level 15.175,94.
  • Indeks Straits Times menguat 12,51 poin (0,38%) ke level 3.282,01.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Mandiri Sekuritas
Pasar saham AS melanjutkan pelemahan, seiring melambatnya kinerja emiten. Koreksi dialami indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar -0,42% dan indeks S&P 500 sebesar -0,41%.

Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh agresi Israel ke Palestina, yang menimbulkan ketegangan di Timur Tengah. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 sebesar - 0,58% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan -0,76%.

Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga terkoreksi. Harga minyak mentah WTI
turun -0,06% ke posisi US$ 102,74 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi -0,11% ke level US$ 1.337,70 per troy ounce.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan tingkat suku bunga acuan (BI Rate) di posisi 7,5%. Ke depan, investor menanti rilis kinerja semester pertama emiten. Di sisi lain, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memberikan sentimen terhadap pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG).

Menurut Analis Teknikal Mandiri Sekuritas, IHSG bergerak di atas EMA 200 hari. Indeks bergerak menguat dan membentuk gap up. Indeks breakout resistance dan membentuk level tertinggi baru di
5.165. indicator RSI di zona 55% mengindikasikan potensi pasar di area overbought. Hari ini indeks akan bergerak mixed to up. Indeks akan bergerak di kisaran support 5.058 dan resistance 5.151.

Bahana Securities
Pada perdagangan hari Kamis(10/7) IHSG ditutup menguat 73 poin (+1.5%) hingga ditutup di kisaran 5,098, setelah sempat menyentuh level 1 year high dikisaran 5,160. Investor asing melakukan pembelian bersih sebesar IDR4.5 triliun dengan penyumbang penguatan terbesar adalah saham blue chip antara lain BBRI, ASII, BMRI dan BBNI.

Pada hari ini diperkirakan IHSG bergerak melemah, dikarenakan adanya potensi profit taking setelah market mengalami rally hampir mencapai 4% dalam 1 minggu terakhir ini. volume acc IHSG berada pada kisaran 4,950 – 5,000 yang dapat menjadi potensi support IHSG

Pada hari kami merekomendasikan untuk melakukan SELL, terutama di saham-saham perbankan yang telah mencapai target secara teknikal seperti BBRI dan BMRI.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads