Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) berpendapat, koreksi IHSG ini dinilainya wajar. Indeks sudah naik terlampau tinggi sehingga dimanfaatkan para investor untuk melakukan aksi ambil untung atau profit taking.
"Merah karena sudah ketinggian, investor mulai memanfaatkan dengan profit taking," kata Ito saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (11/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasar regional Asia maupun dunia kemarin turun, Asia turun jadi Indonesia ikut turun," katanya.
Namun begitu, Ito menyebutkan, fundamental pasar saham Indonesia cukup baik. Naik-turunnya indeks saham bisa dipengaruhi berbagai faktor baik domestik maupun eksternal.
"Fundamental bagus. Mungkin ada sentimen pasar, faktor eksternal juga kan masih berpengaruh," kata Ito.
(drk/ang)











































