IHSG Jatuh Pasca Jokowi Effect, BEI: Kemarin Sudah Terlalu Tinggi

IHSG Jatuh Pasca Jokowi Effect, BEI: Kemarin Sudah Terlalu Tinggi

- detikFinance
Jumat, 11 Jul 2014 10:32 WIB
IHSG Jatuh Pasca Jokowi Effect, BEI: Kemarin Sudah Terlalu Tinggi
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di hari kedua usai Pemilihan Presiden (Pilpres) mencatatkan angka merah. Membuka perdagangan akhir pekan, Jumat (11/7/2014), IHSG terpangkas 32,353 poin (0,63%) ke level 5.065,657.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) berpendapat, koreksi IHSG ini dinilainya wajar. Indeks sudah naik terlampau tinggi sehingga dimanfaatkan para investor untuk melakukan aksi ambil untung atau profit taking.

"Merah karena sudah ketinggian, investor mulai memanfaatkan dengan profit taking," kata Ito saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (11/7/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, Ito menjelaskan, performa indeks saham regional maupun dunia yang juga menurun menjadi salah satu pendorong IHSG melemah.

"Pasar regional Asia maupun dunia kemarin turun, Asia turun jadi Indonesia ikut turun," katanya.

Namun begitu, Ito menyebutkan, fundamental pasar saham Indonesia cukup baik. Naik-turunnya indeks saham bisa dipengaruhi berbagai faktor baik domestik maupun eksternal.

"Fundamental bagus. Mungkin ada sentimen pasar, faktor eksternal juga kan masih berpengaruh," kata Ito.

(drk/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads