Sesuai peraturan Bursa, saham perusahaan yang baru IPO diperbolehkan menguat hingga 50% di hari pertamanya. Jika penguatannya melebihi batas tersebut maka otomatis perdagangan sahamnya akan dihentikan.
Saham Bank Dinar dihentikan menjelang pukul 10.00 atau hanya satu jam dari pembukaan perdagangan. Pada awal perdagangan, sahamnya sudah menanjak 35% dari harga IPO, menjadi Rp 149 per lembar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bank Dinar dulunya bernama PT Bank Liman Internasional. Bank Dinar yang sebagian sahamnya dimiliki Bos Pikko Group, Nio Yantony, ini diubah namanya pada awal 2013 lalu.
Bank ini berencana menggunakan sebagian besar dana hasil penawaran sahamnya untuk mendukung kebutuhan ekspansi kredit. Direktur utama Bank Dinar Hendra Lie mengatakan, penyaluran kredit yang dilakukan perusahaan masih berfokus pada sektor retail kususnya usaha mikro kecil dan menengah.
"Dana hasil IPO, 75%-nya disalurkan ke kredit sesuai dengan bisnis Bank Dinar yang fokus di retail banking, kita fokus di UKM. Kita salurkan untuk perdagangan seperti sparepart variasi untuk kendaraan bermotor, barang elektrik untuk mendukung kontraktor dalam pembangunan dan lain-lain," terang Hendra usai menghadiri pencatatan saham perusahaan di BEI.
Dipilihnya sektor ini sebagai target penyaluran kredit Bank, lanjut Hendra, dikarenakan pihaknya menilai bahwa sektor UKM tengah berkembang cukup pesat seiring program pemerintah yang memang menjadikan sektor UKM sebagai ujung tombak pembangunan nasional.
"Ini kan sejalan dengan program pemerintah untuk fokus mendorong perkembangan UKM. Kita juga lihat peluang itu karena untuk berkembang UKM butuh permodalan, itu yang kita support," kata dia.
Adapun target penyaluran kredit sepanjang tahun 2014 ini dipatok pada angka Rp 800 miliar dengan realisasi hingga Juni 2014 adalah Rp 670 miliar. Namun demikian dikatakannya perusahaan akan tetap menjaga porsi kredit macet se minim mungkin.
"Posisi kita saat ini NPL (Non Preforming Loan) 0,28%. Masih sangat aman. Kita akan jaga dengan selektif memilih debitur supaya tetap aman, menjaga kepercayaan investor dan nasabah juga," tandasnya.
Untuk memuluskan target tersebut, perusahaan akan menambah 3 lagi kantor cabang baru hingga akhir tahun 2014 dan 6 lagi hingga 2015. "Tahun ini akan tambah 3 kantor, di Sunter, Bintaro, dan di Serpong. Tahun 2015 ada 6 lagi. Saat ini ada 11, artinya 2015 akan menjadi 20 kantor yang kita miliki," ujar Hendra.
DNAR hari ini resmi mencatatkan sahamnya di BEI. Lewat prosesi IPO perusahaan mengantongi dana Rp 55 miliar yang sebagian besarnya atau 75% untuk penyaluran kredit dan 25%-nya untuk penambahan kantor cabang perusahaan.
Setelah IPO, berikut ini susunan pemegang saham Bank Dinar:
- Nio Yantony (34,16%)
- Andre Mirza Hartawan (21,15%)
- Syaiful Amir (10,58%)
- Hadji Widjaja Sidharta (3,59%)
- Ahli Waris Anugerah Liman (3,63%)
- Herry Harsini Widjaya (0,06%)
- Phebe Liman (0,06%)
- Laura Liman (0,06%)
- Eunice Liman (0,06%)
- Anthony Liman (0,06%)
- Silas Liman (0,06%)
- Paulo Liman (0,54%)
- Publik (22,22%)











































