Per 31 Desember 2012, bank ini tercatat memiliki aset Rp 845,8 miliar. Melalui dana dari pencatatan saham, perseroan berencana mengakumulasi aset hingga mencapai Rp 1,2 triliun pada 2016.
"Sesuai rencana, dana IPO akan kita pergunakan 75% untuk penyaluran kredit dan 25% untuk pembukaan cabang baru. Hal ini sesuai dengan strategi bisnis kami untuk meningkatkan jumlah aset," kata Direktur utama Bank Dinar Hendra Lie usai menghadiri pencatatan saham perusahaan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (11/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan sisanya 25% akan digunakan untuk membuka cabang baru. Tahun ini akan ada tambahan 3 kantor cabang baru yang berlokasi di Sunter, Bintaro, dan Serpong.
"Pada 2015 ada 6 lagi. Saat ini ada 11, artinya 2015 akan menjadi 20 kantor yang kita miliki," sambung Hendra.
Cabang-cabang ini diharapkan dapat mendongkrak peningkatan aset perusahaan. "Dari yang sudah kita milkiki, 1 cabang itu bisa support aset Rp 60 miliar," ungkap Hendra.
Dengan jumlah cabang sebanyak 20 unit, hingga akhir 2015 total aset perusahaan bisa mencapai Rp 1,2 triliun. Perseroan berharap bisa naik kelas menjadi Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 2 dengan tingkat permodalan di atas Rp 1 triliun.
"Saat ini karena permodalan Bank Dinar masih di bawah Rp 1 triliun, jadi kita masih di BUKU 1. Kita tentu ingin naik kelas. Setelah melewati 2016, kita bisa naik kelas ke BUKU 2," tutur Hendra.
(hds/hds)











































