Saham TvOne Anjlok Karena Quick Count Berbeda, Ini Kata Manajemen

Saham TvOne Anjlok Karena Quick Count Berbeda, Ini Kata Manajemen

- detikFinance
Jumat, 11 Jul 2014 15:40 WIB
Saham TvOne Anjlok Karena Quick Count Berbeda, Ini Kata Manajemen
Jakarta - Saham induk usaha TvOne, PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), dua hari ini kena koreksi. Analis menilai anjloknya saham VIVA gara-gara menyajikan hasil hitung cepat (quick count) Pemilu Presiden (Pilpres) yang berbeda dengan stasiun televisi lain.

Corporate Secretary VIVA Neil R. Tobing mengatakan, turunnya harga saham merupakan hal yang biasa terjadi atau bisa dibilang mekanisme pasar. Ia menampik fluktuasi saham ini ada hubungannya dengan quick count Pilpres.

"Namanya harga saham ya naik turun. Itu mah nggak bisa dihubung-hubungkan," katanya kepada detikFinance, Jumat (11/7/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyayangkan, investor tidak melihat faktor fundamental perusahaan. Ia menuduh saham VIVA sengaja diturunkan oleh para bandar di lantai bursa.

"Harusnya investor melihatnya lebih kepada fundamental saja. Jangan percaya isu-isu. Ini ada yang menggerakkan, yang diuntungkan bandarnya," jelasnya.

Neil percaya secara fundamental kondisi perusahaan sedang bagus-bagusnya. Secara industri, kata Neil, VIVA tumbuh paling tinggi di antara pesaing-pesaingnya.

"Kita secara fundamental bagus. Secara industri kita itu tertinggi pertumbuhannya. Coba bandingkan dengan Trans, Metro, MNC, nggak ada yang pertumbuhannya setinggi kita. Saat ini kita yang terbaik. ANTV saja masuk 3 besar. Jadi yang kita lihat kinerjanya, fundamentalnya jangan isu-isunya," ujarnya.

"Jadi penurunan harga saham saat ini hanya mekanisme pasar saja," jelasnya.

Seperti diketahui, kemarin saham-saham yang menaungi stasiun televisi TvOne, ANTV, RCTI, MNC TV ,dan Global TV mengalami koreksi yang cukup tajam.

Analis menilai anjloknya saham VIVA gara-gara menyajikan hasil quick count Pilpres yang berbeda dengan stasiun televisi lain. Pagi tadi beberapa sahamnya sudah ada yang menguat, kecuali saham VIVA.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads