Demikian dikemukakan M Ikhsan, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, kepada detikFinance, Jumat (11/7/2014). "Kemarin penguatannya kebablasan. Mungkin pelemahan hari ini menuju equilibrium baru," katanya.
Menutup perdagangan hari ini, IHSG terpangkas 65,411 poin (1,28%) di posisi 5.032,599. Padahal Kamis (10/7/2014), IHSG ditutup menguat signifikan 73,298 poin (1,46%) di posisi 5.098,010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil quick count biasanya menggambarkan hasil real count. Hasilnya akan hampir sama," ujarnya.
Namun, euforia tersebut ternyata tidak bertahan lama. Ikhsan memperkirakan, fluktuasi di pasar keuangan akan terus terjadi hingga Oktober 2014, ketika pemerintahan baru sudah terbentuk.
"Jadi investor tinggal melihat tim yang dibentuk. Kalau bagus ya naik lagi. Fluktuasinya sampai Oktober 2014, sampai tim terbentuk. Harapan pasar jadi lebih ke implementasinya," tuturnya.
Jika Jokowi-JK memenangkan pilpres, Ikhsan mengatakan reaksi pasar akan stabil karena memang sudah diprediksi sebelumnya. Namun, jika ternyata berbalik arah, Prabowo-Hatta yang menang, kemungkinan dana asing akan mulai banyak yang keluar.
"Jika tanggal 22 Juli 2014 Jokowi-JK menang, maka tidak akan terpengaruh jadi pasar akan stabil. Pasar cenderung ke Jokowi-JK karena yang paling penting mereka ada program memberantas korupsi. Mereka nggak terlalu yakin kalau Prabowo menang bisa memberantas ini karena banyak kepentingan di belakang Prabowo. Mereka akan cabut jika hasilnya tidak seperti yang diharapkan," jelasnya.
(drk/hds)











































