Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (14/7/2014), IHSG ditutup menipis 11,536 poin (0,23%) ke level 5.021,063. Sementara Indeks LQ45 ditutup berkurang 1,011 poin (0,12%) ke level 860,204.
Wall Street berakhir positif didorong oleh saham Citigroup yang melesat setelah melaporkan kinerja keuangan. Indeks Dow Jones sempat menyentuh rekor intraday tertinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan bisa menguat jika melihat tren positif di bursa global dan regional. Minat beli asing juga bisa mempertahankan posisi IHSG di zona hijau.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 menguat 128,53 poin (0,84%) ke level 15.425,35.
- Indeks Straits Times naik 4,87 poin (0,15%) ke level 3.295,85.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Bahana Securities
Pada perdagangan hari Senin(14/7) IHSG masih ditutup melemah 11 poin (-0.2%) hingga ditutup di kisaran 5,021, masih di atas level gap pada kisaran 4,970 – 5,000. Investor asing masih melakukan pembelian bersih sebesar Rp 379 miliar dengan penyumbang pelemahan terbesar adalah saham antara lain BBRI, ASII, SCMA, KLBF dan LPPF.
Pada hari ini diperkirakan IHSG masih akan bergerak mixed walaupun dengan potensi untuk menguat. Trading range dalam kisaran 4,980-5,050. Jika dilihat dari data mingguan, IDX masih berada diatas level standar deviasi +1 dari MA20 weekly, dikisaran 4,970 yang berfungsi sebagai support untuk IHSG.
Pada hari, ini saham yang dapat diperhatikan ADHI, secara overall, saham ini masih berpotensi untuk bergerak menguat setelah menembus bollinger band yang menyempit, potensi pelemahan untuk saat ini hingga kisaran MA20.
Trust Securities
Sempat di zona hijau, IHSG akhirnya berakhir di zona merah. Masih maraknya aksi profit taking dan kemungkinan sudah lewatnya imbas PilPres membuat pelaku pasar lebih memilih untuk menjauh sementara dari pasar. Lagipula dengan adanya klaim kemenangan dari keduanya memunculkan kondisi ketidakpastian baru hingga keputusan final KPU dan sepanjang waktu itulah pelaku pasar lebih memilih untuk menahan diri dan tidak banyak melakukan spekulasi maupun aktivitas trading. Meski laju bursa saham Asia bereforia di zona hijau menyambut beberapa berita positifnya dan asing yang tercatat nett buy namun, tidak menggoyahkan IHSG untuk pindah dari teritori negatif. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 5047,76 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4999,85 (level terendahnya) di mid sesi 1 dan berakhir di level 5021,06. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Selasa (15/7) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4989-5011 dan resisten 5035-5050. Hammer di bawah upper bollinger band (UBB ). MACD bergerak turun dengan histogram positif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R melanjutkan penurunannya. Laju IHSG sempat naik hampir mendekati target resisten (5048-5082) namun, tidak kuat dan kembali longsor dan dapat bertahan di atas kisaran target support (4950-4975). Belum tertutup sempurnanya utang gap 4918-5008 dapat memicu pelemahan lanjutan. Tetapi, setidaknya positifnya laju bursa saham global dapat menahan pelemahan yang akan terjadi meskipun peluang terjadinya kenaikan masih rendah.
(ang/ang)











































