Menurut Perencana Keuangan dari ZAP Finance Prita Hapsari Ghozie mengungkapkan, pada dasarnya berinvestasi di syariah maupun konvensional sama saja, namun ada sedikit perbedaan pada pilihan instrumennya.
"Investasi harus disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan finansial apakah jangka pendek, menengah, dan panjang. Mungkin di bulan ramadan ada THR jadi ada baiknya bisa juga sebagian buat investasi," katanya kepada detikFinance, Senin (14/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kira-kira bagaimana kinerja indeks saham syariah ini di pasar modal? Kita lihat dulu kinerja beberapa indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI) sampai penutupan perdagangan kemarin.
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 17,47%
- LQ45 naik 20,96%
- IDX30 naik 21,70%
- JII naik 16,17%
- ISSI naik Rp 14,47%
Dari data tersebut terlihat kinerja dua indeks syariah tidak tumbuh setinggi IHSG. Dua indeks tersebut juga masih lebih rendah dari pertumbuhan indeks LQ45 dan IDX30.
Dua indeks yang disebutkan tadi merupakan indeks yang memuat saham-saham yang paling likuid dan nilainya naik tinggi di lantai bursa.
Meski tidak tumbuh tinggi, tapi dua indeks syariah itu bisa memberikan keuntungan investasi yang lumayan. Baru setengah tahun tapi sudah bisa memberikan imbal hasil investasi hingga double digits.
(ang/ang)











































