Presiden Direktur Bahana Securities Andi Sidharta mengatakan, penurunan transaksi harian perseroan disebabkan investor lebih banyak menunggu kepastian hasil pemilihan presiden (pilpres) pada 22 Juli 2014.
"Transaksi harian equity turun dari tahun sebelumnya. Sekarang sehari Rp 325-400 miliar, tahun lalu di atas Rp 600 miliar per hari," ungkap Andi saat acara Buka Puasa Bersama Bahana Grup, di Graha Niaga, Jakarta, Kamis (17/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penurunan karena banyak hal. Mungkin kebetulan sebagian besar, sekitar 90%, klien kita institusi. Ada foreign, lokal, mereka agak slow karena pemilu. Jadi banyak investor wait and see sehingga trading-nya turun," jelas dia.
Andi menyebutkan, saat ini jumlah investor ritel Bahana Securities tercatat sekitar 10.000 nasabah. Ke depan, perseroan masih akan fokus pada investor institusi.
"Investor kita 10 ribu nasabah ritel. Namun, kita akan tetap fokus di institusi," ujarnya.
Sementara itu, pendapatan Bahana Securities dari fee saham dan obligasi hingga Juni 2014 adalah sekitar Rp 134 miliar. Ditargetkan bisa meningkat ke angka Rp 260 miliar hingga akhir tahun.
"Target revenue 2014 sekitar Rp 260 miliar sampai akhir tahun. Per Juni kita sudah 55%, kira-kira Rp 134 miliar," tutur Andi.
Untuk transaksi harian, Andi meyakini usai pengumuman hasil pilpres 22 Juli 2014 kondisi akan kembali normal. Transaksi harian diperkirakan bisa mencapai Rp 500-600 miliar per hari.
"Transaksi harian Rp 500-600 miliar per hari hingga akhir tahun. Yakin akan kembali normal setelah tanggal 22 Juli karena sudah mulai ada kepastian," tegasnya.
(drk/hds)











































