Saham Malaysia Airlines sendiri sudah jatuh hingga 18% tak lama setelah pembukaan perdagangan. Aksi jual di saham berkode MAS ini juga menular ke saham-saham maskapai lain di bursa-bursa Asia.
"Detil mengenai kecelakaan ini belum jelas tapi tetap saja menimbulkan kekhawatiran. Di tengah memanasnya tensi seperti ini tidak ada alasan bagi investor untuk lakukan aksi beli," kata Hirokazu Kabeya, analis senior dari Daiwa Securities, seperti dikutip AFP, Jumat (18/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara dari Hong Kong, saham Cathay Pacific terkena koreksi hingga 1,4%. Koreksi tak hanya terjadi di bursa-bursa Asia tapi juga sudah menjalar hingga ke Wall Street.
Semalam, Wall Street jatuh cukup dalam setelah dikejutkan kabar pesawat Malaysia Airlines yang jatuh di perbatasan Ukraina-Rusia. Investor menarik dana dan mencari instrumen investasi yang lebih aman seperti emas dan surat utang pemerintah Amerika Serikat (AS).
Pasalnya, jatuhnya pesawat ini dikhawatirkan bisa memicu kembali ketegangan antara kedua negara tersebut. Pemerintah AS menduga pesawat Boeing 777 tersebut ditembak oleh rudal.
Rudal tersebut diduga milik salah satu negara yang menjaga perbatasan dari pesawat militer musuh. Ada 295 orang dalam pesawat tersebut, 11 di antaranya diketahui WNI.
Kemudian 27 warga negara Australia, 23 warga negara Malaysia, 6 warga negara Ukraina, 4 warga negara Jerman, 4 warga negara Belgia, 3 warga negara Filipina, 1 warga negara Kanada dan beberapa yang belum jelas kewarganegaraan atau asal negaranya.
(ang/dnl)











































