4 Bos Cipaganti Dibekuk Polisi, Ini Kondisi Sahamnya

4 Bos Cipaganti Dibekuk Polisi, Ini Kondisi Sahamnya

- detikFinance
Senin, 21 Jul 2014 10:54 WIB
4 Bos Cipaganti Dibekuk Polisi, Ini Kondisi Sahamnya
Jakarta - Sebanyak empat petinggi PT Cipaganti Cipta Graha Tbk (CPGT) sudah dibekuk polisi terkait kasus Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada. Bagaimana kondisi saham CPGT pagi ini?

Seperti dikutip dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/7/2014), saham CPGT dibuka sempat naik tipis 2 poin ke Rp 74 per lembar. Hingga siang ini sahamnya stagnan, hanya naik tipis 1 poin ke Rp 73 per lembar.

Sahamnya sudah diperdagangkan 306 kali dengan volume 283.649 lot senilai Rp 2,1 miliar. Sahamnya sudah sangat jauh dari harga penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada 9 Juli 2013 senilai Rp 190 per lembar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diketahui, Direktur Utama CPGT Andianto Setiabudi sudah dibekuk polisi karena diduga menggelapkan dana mitra usaha Koperasi Cipaganti yang jumlahnya mencapai Rp 5,3 triliun.

Selain Andianto, Julia yang merupakan komisaris utama dan istri dari Andianto, Yulinda Tjendrawati, yang menjabat sebagai komisaris CPGT dibekuk polisi tak lama setelah penahanan Andianto.

Akibatnya, saat ini terjadi kekosongan beberapa jabatan di susunan Komisaris dan Direksi perusahaan.

Terkait hal itu, Cipaganti akan segera menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk menindaklanjuti permasalahan kekosongan ini pada 7 Agustus 2014.

Berdasarkan laporan keuangan CPGT per 31 Maret 2014, susunan komisaris perseroan adalah Komisaris Utama Julia Sri Rejeki Setiabudi, Komisaris Yulinda Tjendrawati Setiawan, dan Komisaris Independen Marzuki Usman.

Sedangkan, susunan direksi adalah Direktur Utama Andianto Setiabudi, Wakil Direktur Utama Cece Kadarisman, Direktur Robertus Setiawan, Direktur Wahyudi Parulian, dan Direktur Tidak Terafiliasi Herly Hernawan.

Dengan dibekuknya empat petinggi tersebut, CPGT akan menjalankan usaha dengan direksi dan komisaris yang tersisa.

"Benar bahwa Wakil Direktur Utama kami ditahan 17 Juli 2014 kemarin. Perusahaan dijalankan oleh sisa. Pejabat yang ada yaitu direktur dan Komisaris Independen kami," ujar Corporate Secretary Toto Moeljono kepada detikFinance, Sabtu (19/7/2014).

Namun demikian, Toto mengatakan, meskipun susunan direksi dan komisarisnya berkurang, namun perusahaan tetap akan berjalan.

"Kami tetap beroperasi, semua berjalan dengan sisa direksi dan komisaris yang tersisa. Sesuai AD/ART kami, kalau pejabat yang berwenang tidak bisa hadir, maka dapat digantikan oleh pejabat yang tersisa," ujar dia.

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads