Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menguat 20,448 poin (0,40%) ke level 5.107,462. Pelaku pasar bersiap-siap menanti pengumuman real count dari Komisi Pemilhan Umum (KPU) atas hasil Pemilu Presiden (Pilpres) besok.
Saham-saham yang valuasinya sudah naik pun tetap jadi incaran investor. Penguatan saham-saham ini membuat Indeks naik ke level tertingginya di awal perdagangan yaitu di 5.128,338.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hampir seluruh indeks sektoral di lantai bursa bisa menguat jika sektor perkebunan tidak jatuh ke zona merah. Saham-saham perusahaan sawit terkena aksi ambil untung setelah naik cukup tinggi akhir pekan lalu.
Perdagangan siang hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 120.959 kali dengan volume 2,656 miliar lembar saham senilai Rp 2,85 triliun. Sebanyak 199 saham naik, 75 turun, dan 79 saham stagnan.
Bursa regional bergerak mixed hingga sing hari ini. Sentimen positif dari Wall Street pekan lalu membuat pelaku pasar setempat berani berburu saham.
Berikut situasi di bursa-bursa Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Hang Seng naik tipis 2,37 poin (0,01%) ke level 23.457,16.
- Indeks Komposit Shanghai berkurang 3,61 poin (0,18%) ke level 2.055,45.
- Indeks Straits Times naik 4,26 poin (0,13%) ke level 3.314,79.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Indocement (INTP) naik Rp 450 ke Rp 26.450, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 350 ke Rp 10.925, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 300 ke Rp 25.625, dan Unilever (UNVR) naik Rp 275 ke Rp 31.200.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 500 ke Rp 1,039 juta, Adira Finance (ADMF) turun Rp 300 ke Rp 14.350, Matahari (LPPF) turun Rp 150 ke Rp 14.350, dan SMART (SMAR) turun Rp 150 ke Rp 6.500.
(ang/hds)











































