Posisi tiga indek utama itu sudah berada di bawah level rata-rata pergerakan 14 hari terakhir. Posisi ini bisa dimanfaatkan investor untuk membeli saham-saham yang sudah murah.
Koreksi yang terjadi cukup dalam, meluas hingga ke sembilan dari 10 sektor yang ada di Indeks S&P 500. Sektor energi menjadi satu-satunya yang menguat berkat lonjakan harga minyak dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita semua memantau isu dari liar negeri tersebut, tapi semarang ini sentiment tersebfu tidal akan member pengaruh dal am jangka pendek," kata John Chisholm, kepala investasi pasar dari Acadian Asset Management di Boston, seperti dikutip Reuters, Selasa (22/7/2014).
"Kita berharap ketidakpastian ini akan berakhir dalam dua atau tiga pekan ke depan," ujarnya.
Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones turun 48,45 poin (0,28%) ke level ke level 17.051,73. Indeks S&P 500 berkurang 4,59 poin (0,23%) ke level 1.973,63. Indeks Komposit Nasdaq melemah 7,44 poin (0,17%) ke level 4.424,70.
(ang/ang)











































