Ikut Rupiah, IHSG Bakal 'Perkasa' di 5.400 Bila Jokowi Unggul 4% Lebih

Ikut Rupiah, IHSG Bakal 'Perkasa' di 5.400 Bila Jokowi Unggul 4% Lebih

- detikFinance
Selasa, 22 Jul 2014 12:19 WIB
Ikut Rupiah, IHSG Bakal Perkasa di 5.400 Bila Jokowi Unggul 4% Lebih
Jakarta - Investor pasar modal, khususnya investor asing berharap pasangan capres dan cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) unggul di atas 4%, dalam perhitungan akhir pilpres hari ini.

Bila ini terjadi, dana asing ke pasar modal akan masuk deras, dan membuat indeks harga saham gabungan (IHSG) naik hingga 5.400 di akhir tahun ini. Pada penutupan siang ini, IHSG berada di posisi 5.103.

"IHSG di akhir tahun bisa mencapai 5.400," ujar Kepala Ekonom Standard Chartered Bank, Fauzi Ichsan, Selasa (22/7/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan, keunggulan di atas 4% itu bakal membuat posisi Jokowi aman, dan kecil kemungkinan digugat oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

"Bila di atas 4%, belum tentu MK mau menerima gugatan. Jadi yang diinginkan investor asing adalah selisih keunggulan Jokowi atas Prabowo di atas 4%," ujar Fauzi.

Kemudian, selain selisih di atas 4%, investor asing juga berharap tidak akan ada kerusuhan dalam pengumuman hasil rekapitulasi KPU hari ini.

"Selanjutnya, investor juga ingin Jokowi memperbesar koalisinya di DPR. Sekarang koalisi Jokowi di DPR mewakili 37%. Kalau Golkar pindah haluan, itu akan membuat koalisi Jokowi mayoritas di DPR dan bisa merealisasikan kebijakan-kebijakannya. Ini akan diapresiasi oleh investor," papar Fauzi.

Kemudian, bila Jokowi bisa menang di atas 4% hari ini, maka dolar akan turun menjadi Rp 11.300 hingga Rp 11.200. Meskipun Bank Indonesia (BI) akan menjaga agar penguatan rupiah tidak terlalu drastis.

Data terakhir real count KPU pukul 11.40 WIB, posisi pasangan Prabowo-Hatta 47,58%, sedangkan Jokowi-JK adalah 52,42%. Dolar bergerak di kisaran Rp 11.500.

Kalau Jokowi unggul 4% itu aman, kemungkinan digugat ke MK kecil, karena belum tentu MK mau menerima. Yang diinginkan investor asing, adalah selisih keunggulan Jokowi-Prabowo di atas 4%.

Tidak ada gugatan ke MK, karena selisihnya besar. Ketiga, tidak ada kerusuhan. Keempat, karena koalisi 37% dari di DPR, kalau Golkar pindah haluan, itu membuat koalisi mayoritas di DPR, dan merealisasikan kebijakan, dan diapresiasi oleh investor.

(dnl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads