Kepala Riset Bahana Securities Harry Su mengatakan, kemenangan Jokowi memang sudah diprediksi oleh pelaku pasar saham sejak awal. Ada sejumlah faktor yang sedang ditunggu pelaku pasar saham saat ini.
Salah satu yang ditunggu adalah bergabungnya Partai Golkar ke koalisi Jokowi, bila Jokowi memang sudah dipastikan menang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dihubungi terpisah, Kepala Ekonom Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan juga mengatakan hal yang sama. Menurut Fauzi, bila Golkar bergabung dengan Jokowi, maka posisi Jokowi di parlemen akan makin kuat.
Saat ini porsi koalisi Jokowi di parlemen adalah 37%, bila Golkar bergabung, maka koalisi tersebut bisa menjadi mayoritas. Pasalnya, Golkar bisa memberi suara sampai 14%.
"Kalau Golkar pindah haluan, itu akan membuat koalisi Jokowi mayoritas di DPR dan bisa merealisasikan kebijakan-kebijakannya. Ini akan diapresiasi oleh investor," papar Fauzi.
Terkait turunnya IHSG pada siang hari ini, Harry mengatakan, para pelaku pasar saham mengambil untung (profit taking) sampai menunggu pengumuman hasil rekapitulasi berjalan aman dan tidak ada konflik.
"Orang sudah tahu sebetulnya siapa yang akan menang. Market juga sudah memprediksi itu," kata Harry.
Jadi Jokowi yang akan menang? "Ya memang prediksi pasar begitu kan. Market naik sudah dari awal, sejak market memprediksi itu. Mungkin setelah diumumkan nanti akan ada profit taking lagi. Market kan sudah naik tinggi. Seharusnya setelah pengumuman market turun, normalnya begitu, sebelumnya market sudah mem-price-in. Market selalu ke depan melihatnya," papar Harry.
Sementara Fauzi mengatakan, pelaku pasar keuangan di dalam negeri yakin pilpres akan berlangsung aman hingga pengumuman rekapitulasi nanti. Karena Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah menyatakan posisi netralnya.
"Kelihatan Presiden SBY menyatakan pihak yang kalah menerima secara legowo. lalu juga pihak-pihak keamanan seperti TNI/Polri juga netral dan siap menjaga keamanan. Selama presiden sekarang netral, dan mencoba memastikan proses aman dan damai, kemungkinan kerusuhan tidak ada," jelas Fauzi.
Fauzi mengatakan, investor asing di pasar modal berharap Jokowi bakal unggul di atas 4%, sehingga potensi mengugat di Mahkamah Konstitusi (MK) kecil. Ini bisa mengamankan posisi Jokowi.
(dnl/ang)











































