Prabowo Tolak Pelaksanaan Pilpres, IHSG Anjlok dan Rupiah Loyo

Prabowo Tolak Pelaksanaan Pilpres, IHSG Anjlok dan Rupiah Loyo

- detikFinance
Selasa, 22 Jul 2014 15:26 WIB
Prabowo Tolak Pelaksanaan Pilpres, IHSG Anjlok dan Rupiah Loyo
Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) hari ini melaksanakan rekapitulasi suara pemilihan presiden (pilpres) 2014. Namun, pasangan nomor urut 1, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, menyatakan menolak hasil rekapitulasi suara dan menginstruksikan saksi-saksi mereka untuk menarik diri dari proses tersebut.

Setelah pernyataan Prabowo tersebut, pasar keuangan bereaksi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 2%. Nilai tukar rupiah pun turut melemah.

Berdasarkan data Reuters, dolar diperdagangkan di posisi Rp 11.580. Melemah dibandingkan saat pembukaan pasar yaitu Rp 11.515. Menurut data Mega Capital, dolar diperdagangkan di posisi Rp 11.654.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dolar diperdagangkan di Rp 11.577 untuk jual dan Rp 11.537 untuk beli. Lalu PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memperdagangkan dolar di posisi Rp 11.418 untuk beli dan Rp 11.632 untuk jual.

Eric Alexander Sugandi, Ekonom Standard Charterd Bank, menilai pelaku pasar merasakan ketidakpastian akibat pernyataan Prabowo. "Pasar mengalami uncertainty. Market masih akan melihat langkah apa yang akan diambil Prabowo atas hasil pilpres di KPU," katanya kepada detikFinance, Selasa (22/7/2014).

Meski demikian, lanjut Eric, masih ada sisi positif dari pelaksanaan pilpres kali ini yaitu tidak ada konflik. "Mungkin kalau demo ada, tapi nggak sampai rusuh. Kemungkinannya kecil karena Pak Prabowo sudah pernah menyatakan lebih akan menempuh langkah hukum bukan kekerasan. Apalagi polisi dan tentara sudah siaga I. Gerindra juga pasti dia menjaga reputasi partainya," paparnya.

(hds/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads