Pasar Saham Tunggu Pernyataan SBY Soal Terpilihnya Jokowi-JK

Pasar Saham Tunggu Pernyataan SBY Soal Terpilihnya Jokowi-JK

- detikFinance
Rabu, 23 Jul 2014 12:14 WIB
Pasar Saham Tunggu Pernyataan SBY Soal Terpilihnya Jokowi-JK
Jakarta - Kemarin malam, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan pemenang pemilihan presiden (pilpres) 2014. Pasangan nomor urut 2, Joko Widodo-Jusuf Kalla, menjadi pemenang dengan perolehan suara 70.997.883 atau 53,15%. Sementara pasangan nomor urut 1, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, mendapatkan 65.576.44 suara (46,85%).

Pasar keuangan menunjukkan respons positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 35,156 poin (0,69%) di posisi 5.118,677. Sementara nilai tukar rupiah saat pembukaan pasar berada di posisi Rp 11.510 per dolar AS. Menguat dibandingkan ketika penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.590 per dolar AS.

Lana Soelistianingsih, Kepala Ekonom Samuel Sekuritas, menilai ketetapan KPU atas kemenangan Jokowi-JK menjadi penyebab optimisme pelaku pasar. "Walau sempat ada masalah, di mana satu kubu menarik diri dari proses perhitungan suara, ternyata semuanya tetap berjalan. Hari ini IHSG berhasil naik cukup tinggi," katanya kepada detikFinance, Rabu (23/7/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Lana, penguatan IHSG dan rupiah bisa juga terbantu jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan semacam pidato untuk menanggapi hasil pilpres.

"Akan ada pengaruhnya jika SBY memberikan dukungan. Setidaknya terlihat bahwa pemerintahan yang sekarang siap meneruskan kepemimpinan kepada pemenang pilpres," tuturnya.

Namun, tambah Lana, jika SBY memberikan pernyataan dampaknya tidak terlalu signifikan. "Hasil dari KPU sudah cukup untuk mengesahkan Jokowi sebagai presiden terpilih. Statement dari SBY ada pengaruhnya, tapi tidak terlalu besar," ucapnya.

Lana juga menggarisbawahi, penguatan IHSG dan nilai tukar rupiah karena kemenangan Jokowi-JK ini sifatnya hanya sementara. Menurutnya, penguatan hari ini adalah euforia yang tertunda karena seharusnya terjadi kemarin.

"Sampai akhir pekan ini mungkin kita masih bisa melihat penguatan IHSG maupun rupiah. Namun setelah itu, investor akan kembali menyoroti fundamental ekonomi Indonesia yang masih perlu banyak perbaikan," paparnya.

(hds/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads