Analis Analis AAA Aset Manajemen Akuntino menyebut, saham induk TvOne itu susah bangkit lagi pasca menyajikan hasil hitung cepat (quick count) yang berbeda dari stasiun televisi lain.
"Orang juga menanyakan kredibilitas TvOne akibat (quick count) kemarin itu," katanya, Rabu (23/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saham VIVA masih terkena sentimen jelek image Grup Bakrie memang sudah terbentuk selain juga karena dampak kemarin yang menampilkan hasil quick count yang berbeda dari yang lain," ujarnya.
"Padahal MNC juga sama menampilkan quick count yang beda tapi dia bisa naik, mungkin ya itu tadi sentimen negatif Grup Bakrie," tambahnya.
Akuntino menambahkan, investor juga masih belum tahu dengan jelas segmentasi penonton TvOne itu menyasar pasar yang mana. Apakah menengah ke atas, menengah, atau menengah ke bawah.
"Selain itu, segmen TvOne juga enggak jelas mau ke mana, apa menengah atas atau menengah bawah. Kalau Indosiar kelihatan menengah ke bawah atau Trans TV menengah ke atas," ucapnya.
"Padahal bisnisnya VIVA terbilang bagus dibanding perusahaan Bakrie lainnya," katanya.
Seperti diketahui, saham VIVA menjadi satu-satunya yang anjlok di antara saham media massa lain di BEI. IHSG hari ini sedang dilanda euforia Jokowi Effect.
(ang/hen)











































