Euforia Jokowi Effect Hanya Sementara, Investor Tunggu Kebijakan Ekonomi Baru

Euforia Jokowi Effect Hanya Sementara, Investor Tunggu Kebijakan Ekonomi Baru

- detikFinance
Rabu, 23 Jul 2014 14:28 WIB
Euforia Jokowi Effect Hanya Sementara, Investor Tunggu Kebijakan Ekonomi Baru
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pasca Pemilihan Presiden (Pilpres) terus menguat. Terpilihnya Joko Widodo menjadi Presiden RI yang baru menjadi sentimen positif di pasar saham.

Pengamat Ekonomi Lin Che Wei mengungkapkan, naiknya IHSG dan penguatan rupiah merupakan bagian dari euforia kemenangan Jokowi sebagai Presiden RI yang baru.

Namun, kemeriahan ini hanya bersifat sementara. Aksi Prabowo Subianto yang menolak hasil pilpres oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadi salah satu sentimen yang juga bakal membuat pasar keuangan volatile.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Euforia short list karena beberapa faktor di antaranya kubu sana (Prabowo-Hatta) kurang legowo. Kemudian valuasi saham-saham bluechip juga sudah cukup tinggi,” kata dia kepada detikFinance, Rabu (23/7/2014).

Saat ini, kata dia, investor masih menunggu aksi Jokowi dalam pembentukan kabinet ekonominya. Sambil menunggu, IHSG dan rupiah masih akan volatile. Hingga akhir tahun, IHSG diperkirakan akan berada di level 5.000-5.238, sementara nilai tukar rupaih terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berada di angka Rp 11.000-11.500.

“Tren rupiah menguat, masih akan naik turun di kisaran Rp 11.000-11.500, masih wait and see. IHSG akhir tahun akan berada di kisaran 5.000-5.238. Euforia tidak terlalu tinggi dibandingkan pada saat pencoblosan lalu,” kata dia.

Dia mengatakan, para pelaku pasar mendorong Jokowi untuk bisa fokus terhadap kebijakan di sektor-sektor yang dinilai penting seperti pembangunan infrastruktur, energi, dan kebijakan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang selama ini terus membebani anggaran negara. “Entah menghapus atau menaikkan itu bagaimana kebijakannya,” katanya.

Dia menambahkan, kebijakan ekonomi pemerintah nantinya diharapkan bisa pro terhadap industri keungan Indonesia baik pasar modal maupun perbankan sehingga akan bisa selaras dengan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku otoritas di pasar keuangan.

“Terkait kebijakan pemerintah juga yang pro terhadap pasar keuangan, nanti ini ranahnya lebih kepada BI dan OJK jadi bisa berbarengan,” kata dia.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik 21,309 poin (0,42%) ke level 4.104,830 pasca pengumuman pemenang Pilpres kemarin. Capres pilihan pelaku pasar, Jokowi-JK, sudah berhasil memenangkan Pemilu 2014.

Pada penutupan perdagangan Sesi I, Rabu (23/7/2014), IHSG menguat 24,157 poin (0,48%) ke level 5.107,678. Sementara Indeks LQ45 naik 2,306 poin (0,26%) ke level 876,084.

(drk/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads