Sebelumnya, saham media milik Grup Bakrie ini terus melemah hingga kemarin setelah menampilkan hasil quick count atau hitung cepat yang berbeda dari media lain.
Sekretaris Umum Forum Komunikasi CSA (FKβCSA) Reza Priyambada menilai, pelaku pasar mulai mengambil posisi beli atas saham VIVA. Hal ini terdorong oleh pemberitaan TvOne yang mulai menampilkan tayangan hasil pilpres yang sama dengan media lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan, selama ini saham VIVA atau pun saham-saham milik Grup Bakrie lebih banyak digerakkan oleh sentimen. Nama Bakrie selalu dikaitkan dengan image negatif oleh pelaku pasar. Ini membuat sentimen negatif pula bagi pasar.
"Saham VIVA itu kebanyakan penggeraknya dari sentimen, apalagi mereka lebih melihat ke pemilik medianya Bakrie yang kita tahu berhubungan dengan capres nomor urut 1 jadi masyarakat agak menjauh ditambah sentimen negatif karena penyajian berita mereka sehingga orang nggak aware karena kalau menyajikan informasi yang berbeda akan menimbulkan persepsi negatif jadi terbawa ke saham mereka," jelas dia.
Namun begitu, tambah Reza, secara kinerja perusahaan ini memiliki fundamental yang baik. Hal ini menjadi pertimbangan investor untuk kembali masuk ke saham VIVA.
"Sebenarnya secara kinerja sangat baik walaupun sempat ada pengambilan utang untuk world cup tapi penyelesaiannya baik, dilunasi secara bertahap dari sini mungkin investor mulai melihat kinerjanya," ucapnya.
Reza melihat, masih ada kemungkinan saham VIVA ini terus positif apabila perusahaan mampu penyajikan kinerja keuangan yang baik pula.
"Ke depan masih ada kemungkinan naik tergantung performance VIVA, sentimen juga berpengaruh dan investor akan melihat laporan keuangan mereka nanti," kata Reza.
Saham berkode VIVA ini bisa naik meski di tengah koreksi yang terjadi atas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
(drk/ang)











































