“Pertumbuhan enam bulan pertama 2014 selain ditopang oleh kuatnya penjualan properti, juga ditopang oleh kegiatan investasi secara selektif untuk meningkatkan recurring income Perseroan, salah satunya dengan akuisisi perusahaan-perusahaan termasuk PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN), dengan harga yang dapat meningkatkan nilai tambah bagi pemegang saham BSDE,” kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan BSDE Hermawan Wijaya dalam siaran persnya, Kamis (24/7/2014).
Dia menyebutkan, pada semester pertama 2014 perseroan juga membukukan pendapatan sebesar Rp 2,42 triliun. Pendapatan tersebut ditopang oleh pendapatan segmen Penjualan sebesar 82% atau setara Rp 1,97 triliun. Kontributor terbesar kedua untuk Pendapatan adalah segmen sewa, hotel dan pengelolahan lingkungan dengan kontribusi 18% atau setara Rp 452,44 miliar.
Selain itu, penjualan ditopang oleh 38% dari residensial, 30% dari penjualan lahan, 13% dari penjualan segmen komersial termasuk apartemen dan ruko. Pendapatan berulang atau recurring income dari sewa meningkat sebesar 27% ditopang oleh penambahan beberapa investment property seperti DP Mall, Epicentrum Walk dan Breeze Mall di BSD City.
“Kontribusi terbesar pertumbuhan Laba Bersih kami bersumber dari kinerja Ekuitas pada laba bersih dari investasi saham yang mencapai Rp 1,58 triliun. Hal ini berasal dari selisih harga pembelian saham PLIN dengan nilai wajar menurut appraisal independen sehingga mampu mendorong Laba Bersih BSDE lebih tinggi lagi,” jelas dia.
Tambahan tersebut membuat kinerja laba sebelum pajak tumbuh 50,71% menjadi Rp2,80 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2013 yakni Rp 1,85 triliun. Sehingga setelah dikurangi beban pajak sebesar Rp 141,35 miliar menghasilkan laba komprehensif sebesar Rp 2,65 triliun, di mana laba bersih yang teratribusikan kepada pemilik entitas induk (laba bersih) sebesar Rp 2,56 triliun.
Kinerja tersebut juga mendorong pertumbuhan kinerja laba per saham pada enam bulan pertama 2014 menjadi Rp 141,80 per saham atau tumbuh 59% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni Rp 87,65 per saham.
BSDE pada enam bulan pertama 2014 membukukan pertumbuhan Aset sebesar 19,63% menjadi Rp 27 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2013 yakni Rp 22,57 triliun.
Kontribusi terbesar dikontribusikan oleh petumbuhan Aset tidak Lancar sebesar 41,03% menjadi Rp 15,14 triliun dan Aset Lancar sebesar 0,21% menjadi Rp 11,86 triliun. Pertumbuhan pada Aset tidak Lancar bersumber dari lonjakan investasi dalam saham yang mencapai Rp 4,74 triliun.
Kinerja rasio Perseroan juga terjaga, marjin laba kotor Perseroan pada semester pertama 2014 terjaga di kisaran 73,94% sedangkan marjin laba usaha berada di kisaran 47,25%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rasio utang terhadap ekuitas (DER) turun menjadi 0,3 kali dari sebelumnya 0,4 kali, di bawah rerata industri properti yakni 0,5 kali. Hal ini mengindikasikan Perseroan memiliki kemampuan yang besar untuk menutupi utangnya dan memiliki ruang yang cukup besar untuk mencari pendanaan jika diperlukan. Saat ini posisi net cash BSDE sebesar Rp 344 miliar.
“Kami terus melakukan value creation melalui portofolio proyek yang kami miliki untuk memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan terutama bagi para pemegang saham kami,” tandasnya.
(drk/ang)











































