Selama periode ini, omzet alias pendapatan VIVA mencapai Rp 1,06 triliun, tumbuh 46,7% daripada periode sama 2013 sebesar Rp 721,77 miliar. Adapun EBITDA perseroan naik 52,8% menjadi Rp 353,02 miliar.
Direktur Utama VIVA Anindya N. Bakrie menjelaskan, pertumbuhan bisnis anak perusahaan di sektor televisi melalui tvOne dan ANTV menjadi katalis utama yang menjadikan kinerja VIVA selama Semester I-2014 semakin menguat dan berhasil melanjutkan tren pertumbuhan positif yang telah dicapai sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Didirikan tahun 2007, VIVA memulai kegiatan usahanya dengan mengoperasikan tvOne (saluran TV berita dan olahraga), ANTV (saluran TV keluarga, hiburan dan gaya hidup) dan VIVA.co.id (portal berita terkemuka yang menawarkan konten berita, olahraga dan gaya hidup).
Saat ini, VIVA didukung oleh lebih dari 2.500 karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia. Berdasarkan data AGB Nielsen, stasiun televisi VIVA dapat dinikmati di 170 kota di Indonesia dengan cakupan 143,0 juta penduduk.
VIVA adalah salah satu perusahaan media di bawah bendera Grup Bakrie, yang berfokus pada penyampaian dan penyediaan konten, khususnya konten berita, olahraga dan gaya hidup melalui berbagai platform, termasuk stasiun televisi FTA, internet ataupun telepon genggam.
Dalam menjalankan bisnis, VIVA akan tetap berpegang pada strategi tiga pilar yaitu micro targeting yakni membidik segmen spesifik, low cost higt impact yakni menghasilkan konten secara in-house, dan ketiga innovative customer experience yakni menggunakan konvergensi media seperti TV, laptop, telepon genggam atau mobile device dan lainnya.
VIVA mentargetkan pemirsa dari berbagai spektrum demografi ekonomi dan usia di Indonesia, yang dipercaya dapat menarik para pengiklan yang mencari cakupan yang luas untuk meningkatkan penjualan produk mereka dan para pengiklan yang mencari cakupan yang lebih tertarget.
(ang/ang)











































