Ini Penjelasan Anindya Bakrie Soal Saham tvOne yang Naik-Turun

Ini Penjelasan Anindya Bakrie Soal Saham tvOne yang Naik-Turun

- detikFinance
Jumat, 25 Jul 2014 07:35 WIB
Ini Penjelasan Anindya Bakrie Soal Saham tvOne yang Naik-Turun
Manajemen VIVA saat IPO (Foto: dok. detikFinance)
Jakarta - Saham induk tvOne, PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), bergerak fluktuatif dan cenderung menurun pasca Pemilu Presiden 2014. Ini penjelasan dari bosnya.

Direktur Utama VIVA Anindya N. Bakrie menjelaskan, fluktuasi yang terjadi pada saham VIVA di Bursa Efek Indonesia (BEI) beberapa waktu lalu tidak berkaitan dengan kinerja dan prospek bisnis perseroan.

"Sebagai manajemen kami tidak bisa mengontrol pergerakan saham karena hal itu di luar kontrol perusahaan. Namun, kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan bisnis VIVA tetap solid dan tumbuh secara positif," tegas Anidya dalam siaran pers, Jumat (25/7/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Kamis kemarin, harga saham VIVA langsung melesat 9,57% ke level harga Rp 229 per saham.

"Fluktuasi harga saham di bursa sesungguhnya hal yang biasa. Tetapi kami yakin dengan fundamental yang solid dan strategi bisnis yang kuat, investor yang rasional akan melakukan keputusan investasi yang lebih baik," ujar Anindya.

Analis pasar Modal dari Trust Securities Reza Priyambada mengatakan tingkat kesehatan keuangan VIVA di tahun 2013 rata-rata berada pada level yang dinilai baik. Beberapa rasio yang menggambarkan kesehatan kinerja keuangan, terutama bila dikaitkan dengan utang yang dimiliki VIVA masih dapat dikategorikan baik dan tidak sampai dinilai sangat memberatkan operasional VIVA.

โ€œDengan mengasumsikan VIVA dapat menjaga pertumbuhan kinerja ke depannya dan komitmen dari manajemen yang kuat atas keberlangsungan operasional VIVA ke depannya maka kami menilai manajemen akan dapat menjaga tingkat kesehatan VIVA ke depannya sehingga operasional VIVA dapat berjalan dengan baik,โ€ kata Reza.

Mengenai pergerakan saham VIVA beberapa hari terakhir, lanjut Reza, lebih disebabkan karena maraknya sentimen negatif dan bukan dari sisi fundamentalnya. Adanya hasil Quick Count Pemilihan Presiden yang berbeda dari media lainnya membuat persepsi pelaku pasar terhadap VIVA menjadi negatif di mana timbul persepsi bahwa dengan tayangan yang berbeda tersebut akan membuat share penonton berkurang dan turunnya rating hingga potensi berkurangnya pendapatan.

Dia menambahkan berdasarkan perhitungan yang dilakukan pihaknya terhadap kinerja keuangan dan dengan proyeksi potensi kinerja yang dapat diraih VIVA, maka didapatkan harga wajar saham VIVA pada kisaran Rp 320-408 yang mencerminkan EV/EBITDA sebesar 4,3x โ€“ 7,0x.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads