Data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang terbaru gagal menyemangati pelaku pasar. Tingkat pengangguran turun ke 284.000 yang merupakan posisi terendahnya sejak Febuari 2006. Sementara data penjualan rumah baru turun 8,1% di Juni, penurunan terbesar tahun ini.
Penguatan di bursa Paman Sam yang sudah terjadi sejak awal pekan ini sudah banyak didorong oleh laporan kinerja emiten. Sebanyak 41% dari seluruh perusahaan di S&P 500 sudah melaporkan kinerjanya, 68% di antaranya sudah melampaui prediksi pasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada semacam perang antara saham berkinerja baik dan buruk di pasar hari ini. Tapi secara keseluruhan musim laporan keuangan ini masih mendorong saham-saham menguat," kata Kate Warne, perencana investasi dari Edward Jones di St. Louis, seperti dikutip Reuters, Jumat (25/7/2014).
Pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat, Indeks Dow Jones menipis 2,83 poin (0,02%) ke level 17.083,80. Indeks S&P 500 bertambah 0,97 poin (0,05%) ke level 1.987,98, hair keduanya mencektak rekor tertinggi.
Indeks Komposit Nasdaq berkurang 1,59 poin (0,04%) ke level 4.472,11. Indeks S&P 500 sempat menyentuh rekor intraday tertinggi sepanjang masa di 1.991,39.
(ang/ang)











































