Direktur Utama VIVA Anindya N. Bakrie mengatakan, dengan masih panjangnya tahun politik seperti sekarang yang akan bertahan sampai Oktober, disusul pergantian pemerintahan, pengumuman kabinet baru, kinerja pemerintah dalam 100 hari pertama, dan mulainya Pasar ASEAN, kebutuhan akan berita akan semakin tinggi.
“Sebagai TV berita nomor 1, tvOne akan sangat diuntungkan dengan kondisi tersebut, sehingga rating bisa terus ditingkatkan,” tutur Anindya dalam keterangan tertulis, Jumat (25/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perseroan meraih laba bersih sebesar Rp 84,32 miliar di Semester I-2014, melonjak 202,5% dibandingkan periode sama tahun 2013.
Selama periode ini, omzet alias pendapatan VIVA mencapai Rp 1,06 triliun, tumbuh 46,7% daripada periode sama 2013 sebesar Rp 721,77 miliar. Adapun EBITDA perseroan naik 52,8% menjadi Rp 353,02 miliar.
"Hasil yang telah dicapai sampai Semester I-2014 sungguh luar biasa dan kami optimistis akan mampu mempertahankan tren pertumbuhan ini sampai akhir tahun," kata Direktur Keuangan VIVA, Sahid Mangudie.
Saham VIVA sempat bergerak fluktuatif dan cenderung menurun pasca Pemilu Presiden 2014. Simak penjelasan Anindya atas pergerakan harga saham VIVA di sini.
(ang/hen)










































