Fitch: Rating Garuda Tak Berubah Meski Catat Rugi Rp 2,1 Triliun

Fitch: Rating Garuda Tak Berubah Meski Catat Rugi Rp 2,1 Triliun

- detikFinance
Jumat, 25 Jul 2014 14:52 WIB
Fitch: Rating Garuda Tak Berubah Meski Catat Rugi Rp 2,1 Triliun
Jakarta - PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (GIAA) menderita rugi hingga Rp 2,1 triliun di paruh pertama 2014. Kerugian cukup besar itu tidak berdampak langsung kepada peringkat Fitch.

Lembaga pemeringkat internasional itu sudah memproyeksikan profil keuangan maskapai pelat merah itu akan tetap lemah dalam waktu dua sampai tiga tahun ke depan.

Garuda melaporkan rugi bersih US$ 211 juta pada periode enam bulan pertama di tahun 2014, dibandingkan dengan rugi bersih sebesar US$ 11 juta satu tahun yang lalu. Kerugian terjadi akibat selisih nilai tukar dari biaya operasional dan penjualan, peningkatan beban operasional, dan peningkatan kompetisi dari rute internasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Outlook Stabil atas peringkat Garuda ini didukung oleh pandangan Fitch bahwa meskipun posisi likuiditas Garuda lemah, perusahaan akan dapat menjaga posisi likuiditas yang cukup dalam waktu 12 bulan ke depan untuk mencukupi utang jangka pendek.

Per 30 Juni 2014, Garuda memiliki kas sebesar US$ 367 juta dibandingkan dengan utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam 12 bulan sebesar US$ 236 juta.

Perusahaan juga telah membayar pinjaman Export Credit Agency (ECA) sebesar US$ 62juta sehingga penjaminan atas 6 buah pesawat juga telah dilepaskan. Di akhir Maret 2014, Garuda memiliki aset yang tidak dijaminkan sebesar US$ 602 juta.

"Fitch memprediksi kinerja Garuda akan membaik di triwulan III-2014, dibantu oleh peningkatan volume perjalanan di triwulan tersebut dan surcharge bahan bakar, yang akan mulai memberi dampak yang lebih besar terhadap tingkat keuntungan," ujar Fitch dalam keterangan tertulis, Jumat (25/7/2014).

Garuda juga dapat mengurangi pengiriman pesawat yang dijadwalkan setelah 2015 untuk menekan beban belanja modal. Selama semester pertama tahun ini, belanja modal turun menjadi US$ 136 juta dari US$ 321 juta satu tahun yang lalu.

Fitch memandang positif rencana perusahaan untuk mengurangi belanja modal tahun 2014 sebesar US$ 54 juta untuk memperbaiki posisi likuiditas.

Fitch memandang fokus Garuda pada rute internasional dengan tingkat keuntungan yang tinggi, seperti Jeddah dan Amsterdam, dan menghentikan rute yang tidak menguntungkan seperti rute Jakarta-Taipei mulai 1 Agustus 2014 akan membantu memperbaiki keuntungan.

Menuru Fitch, strategi ini penting dilakukan terutama karena rute internasional Garuda juga terpengaruh oleh gejolak politik di Thailand, di mana penerbangan ke Bangkok merupakan salah satu rute yang menguntungkan.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads