IHSG Tetap di Atas Level 1000

Penutupan Akhir Tahun 2004

IHSG Tetap di Atas Level 1000

- detikFinance
Kamis, 30 Des 2004 16:33 WIB
Jakarta - IHSG pada penutupan perdagangan akhir tahun 2004, Kamis (30/12/2004) bertahan di level 1000 meski hari ini mengalami profit taking dengan turun 4,197 poin pada level 1000,233. Sepanjang tahun 2004, indeks telah mengalami kenaikan sekitar 44 persen dan merupakan yang terbaik di kawasan Asia.Indeks LQ 45 turun 1,419 poin pada level 217,097, JII turun 0,846 poin pada level 164,029, MBX turun 1,648 poin pada level 268,651 dan DBX naik 1,428 poin pada level 221,992. Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi yang tipis yakni 11.467 kali pada volume 1.574.060 lot saham senilai Rp 598,538 miliar. Sebanyak 72 saham naik, 65 saham turun dan 231 saham stagnan. Saham-saham unggulan mengalami penurunan harga dan berada di top loser diantaranya Astra Internasional turun Rp 150 menjadi Rp 9600, HM Sampoerna turun Rp 100 menjadi Rp 6650, Telkom turun Rp 75 menjadi Rp 4825, Indosat turun Rp 50 menjadi Rp 5750 dan BRI turun Rp 25 menjadi Rp 2875, Bank Mandiri turun Rp 25 menjadi Rp 1925.Sedangkan saham yang naik harganya di top gainer diantaranya Hero Supermarket naik Rp 350 menjadi Rp 2800, Inco naik Rp 300 menjadi Rp 11.550, Bimantara naik Rp 250 menjadi Rp 2400, Semen Gresik naik Rp 200 menjadi Rp 18.500, Indocement naik Rp 100 menjadi Rp 3075.Penutupan perdagangan saham pada akhir tahun 2004 dilakukan oleh pjs Ketua Bapepam Darmin Nasution yang didampingi oleh seluruh direksi SRO. Meskipun indeks mengalami penurunan, namun para pelaku pasar cukup lega karena indeks masih bertahan di level 1000 seperti yang ditargetkan semula akhir tahun ini. Dalam sambutan penutupan perdagangan, Darmin mengatakan pasar modal telah melewati tahun 2004 dengan sangat cemerlang karena indeks tembus level 1000 dan menjadi terbaik di kawasan Asia. Pada tahun 2003, bursa terbaik diduduki oleh Thailand yang saat ini justru terpuruk 11,03 persen. Pemerintah menyampaikan apresiasi tertingginya kepada para pelaku pasar atas kerja keras, dedikasi dan prestasinya selama tahun 2004. Prestasi sebaik ini menurut Darmin sebaiknya bisa dirayakan, namun otoritas bursa menganggap hal itu tidak perlu karena ada musibah di Aceh. Darmin berharap pada tahun depan, bursa memiliki kinerja yang lebih baik. Berbeda dengan tahun sebelumnya, penutupan perdagangan tahun 2004 ini dilakukan dengan doa bersama para pelaku pasar modal untuk korban bencana Aceh dan Sumatera Utara. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads