Investor Asing Kuasai 77 persen Perdagangan Saham BEJ

Investor Asing Kuasai 77 persen Perdagangan Saham BEJ

- detikFinance
Kamis, 30 Des 2004 17:17 WIB
Jakarta - Investor asing masih mendominasi perdagangan saham di BEJ sepanjang tahun 2004. Dari catatan KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia), investor asing yang melakukan transaksi saham di BEJ mencapai 77 persen setara 297.966 nasabah.Hal ini disampaikan Dirut KSEI Benny Haryanto dalam jumpa pers akhir tahun 2004 di Gedung BEJ, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (30/12/2004). Sedangkan jumlah investor lokal mencapi 23 persen atau sekitar 90 ribu nasabah. Namun untuk perdagangan obligasi justru didominasi oleh investor lokal yang mencapai 97 persen atau 55.423 investor dibandingkan asing yang hanya 3 persen atau 1.685.Menurut Benny, jumlah investor lokal bisa saja melebihi 90 ribu investor. Namun untuk transaksi saham banyak investor lokal menggunakan rekening milik orang lain sehingga tidak tercatat di sub rekening efek KSEI. Sementara Dirut BEJ Erry Firmansyah mengatakan, jika melihat meningkatnya perdagangan saham tahun 2004, setidaknya telah menambah jumlah investor lokal yang ada saat ini dibandingkan tahun lalu yang hanya 70 ribu investor. Apalagi, lanjut dia, jika mengacu pada jumlah investor reksadana yang telah mencapai 300 ribu investor yang tersebar di seluruh Indonesia. Pada tahun 2004, kapitalisasi pasar mencapai Rp 683 triliun atau mendapai 48,3 persen daibandingkan tahun 2003 yang sebesar Rp 460 triliun. Peningkatan kapitalisasi pasar ini diikuti dengan meningkatnya aktivitas perdagangan seperti rata-raa transaksi harian sebesar 97,7 persen dari Rp 518 miliar pada tahun 2003 menjadi Rp 1,03 triliun di tahun 2004.Erry optimis pada tahun 2005 kondisi IHSG akan lebih baik lagi dan mengalami peningkatan yang cukup baik kaerna jika dilihat dari price earning ratio (PER) per 29 Desember 2004 menunjukkan PER BEJ baru sebesar 10,77 kali. Angka ini relatif kecil jika dibandingkan negara tetangga lainnya seperti Bursa Malaysia dan Singapura yang PERnya diatas 16 kali. "Dengan perbedaan PER yang cukup besar tersebut, itu menunjukkan masih terbuka peluang bagi investor untuk berinvestasi di BEJ," ujar Erry. Mengenai kinerja emiten pada tahun 2004, BEJ hanya mampu mencatat 12 emiten baru dan gagal memenuhi target semula 20 emiten. Tidak terpenuhinya target itu menurut Erry terkait pemilu yang prosesnya terlalu panjang dan keinginan emiten untuk melakukan restrukturisasi dulu sebelum masuk bursa. Ke-12 emiten baru yang tercatat itu menghasilkan total dana IPO hingga Rp 2,14 triliun. Ke-12 emiten itu adalah Adikarya, Adira Dinamika Multifinance, Bumi Teknokultura Unggul, Hortus Danavest, Energi Mega Persada, Pembangunan Jaya Ancol, Aneka Kemasindo Utama, Yulie Securindo, Mitra Adi Perkasa, Sanex Qianjiang Motor Internasional, WOM Finance, Indosiar Karya Media. Selain masuknya emiten baru, BEJ juga melakukan delisting terhadap 14 emiten. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads